Tujuan Penilaian Berbasis Kelas (PBK)

Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan suatu proses pengumpulan, pengolahan, pelaporan, dan penggunaan gosip wacana hasil berguru bagi penerima didik dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat dan konsisten sebagai akuntabilitas public yang dilakukan secara terpadu dengan aktivitas pembelajaran di kelas (Puskur Depdiknas, 2002).
Menurut Chittenden (dalam Majid, 2005) secara khusus PBK yang dilakukan oleh guru hendaknya diarahkan pada empat tujuan, yaitu:

1. Penelusuran (keeping track)
Yaitu untuk menelusuri supaya proses pembelajaran penerima didik tetap sesuai dengan rencana. Di sisi evaluasi yang dilakukan oleh guru selama satu semester atau sepanjang tahun pelajaran dengan memakai aneka macam cara dengan tujuan untuk memperoleh citra wacana pencapaian kompetensi oleh penerima didik.
Sumber Gambar: sman2tumijajar.sch.id
2. Pengecekan (checking-up)
Yaitu untuk mengecek adakah kelemahan-kelemahan atau kesulitan-kesulitan berguru yang dialami oleh pesrta didik dalam proses pembelajaran. Melalui aktivitas evaluasi tersebut, guru melaksanakan pengecekan mana diantara bahan pelajaran atau kompetensi yang dirasa sulit untuk dikuasai penerima didik.
3. Pencairan (finding-out)
Yaitu untuk mencari dan/atau menemukan hal-hal yang menjadikan terjadinya kelemahan atau kesulitan dan kesalahan dalam proses pembelajaran. Di sini, guru hendaknya selalu berusahan mencermati, menganalisis dan merefleksikan hasil evaluasi dan mencari hal-hal yang menjadi alasannya ialah kesulitan atau kesalahan berguru penerima didik dalam proses pembelajaran.
4. Penyimpulan (summing-up)
Maksudnya ialah bahwa evaluasi diarahkan untuk menciptakan kesimpulan apakah penerima didik telah menguasai seluruh kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum atau belum. Kesimpulan ini sangat penting terutama terkait dengan pelaporan hasil proses pembelajaran sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan aktivitas berguru mengajar kepada pihak-pihak yang terkait khususnya kepada orang renta penerima didik, dan kepala sekolah pada paruh atau tamat semester dan tamat tahun pelajaran.
Sumber:
Sukiman. 2012. Pengembangan Sistem Evaluasi. Yogyakarta: Insan Madani.


Sumber http://www.pendidikanekonomi.com/