Tips Menjalankan Resolusi Finansial

Pada dasarnya segala sesuatu yang terkait dengan uang akan menjadi pembahasan paling teratas dalam resolusi. Inilah yang menyebabkan resolusi finansial selalu masuk dalam daftar pencapaian setiap individu.Menurut survei yang dilakukan Fidelity, perusahaan penyedia jasa finansial di AS, sekitar 37 persen responden menyatakan bahwa resolusi finansial paling terkenal pada 2016. Dan mereka mengharapkan finansial yang lebih baik dari pada tahun sebelumnya.Survey tersebut menyatakan, urutan teratas resolusi finansial paling terkenal yaitu menabung (54 persen), berhemat masuk dalam resolusi finansial terkenal kedua (19 persen), dan peringkat ketiga ditempati oleh responden yang ingin melunasi utang-utangnya baik itu berupa cicilan kartu kredit, cicilan kredit mobil, angsuran KPR dan lainnya (16 persen).
foto search

Baca juga : Cara Menyiapkan Pendidikan Anak

Tips Menjalankan Resolusi Finansial 2016

Menabung
Menabung dan menyimpan lebih banyak uang ke dalam tabungan akan selalu menjadi resolusi finansial setiap individu. Permasalahannya, apakah hal ini bisa terlaksana sesuai rencana? Umumnya generasi millennial (berusia 18-24 tahun)sangat menggebu-gebu untuk menabung. Di usia tersebut hasrat mereka untuk jalan-jalan dan membeli suatu barang sangat tinggi sehingga mereka kerap menabung demi mewujudkannya. 

Kunci dari menabung ini yaitu menciptakan penghematan dan memenuhi tujuan tabungan Anda. Baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Apabila Anda termasuk individu yang pelupa dan boros, Anda bisa menjadwalkan menabung secara otomatis. Caranya yaitu dengan direct debit (tarik langsung) dari rekening untuk dialirkan ke dalam tabungan.

Berhemat
Anda termasuk individu yang boros dan gemar menghamburkan uang untuk membeli barang-barang yang sifatnya konsumtif?  Jika berhemat masuk dalam resolusi finansial Anda di tahun depan, maka hentikan segera kebiasaan boros Anda. Jangan gampang tergiur sale, padahal barang yang didiskon bukan termasuk dalam kebutuhan. Anda bisa mulai memangkas biaya-biaya yang tak perlu. Misalnya, jikalau Anda jarang di rumah lebih baik non aktifkan saja langganan TV kabel dan internet. Tujuannya, biar biayanya sanggup dialokasikan ke tabungan untuk memenuhi kebutuhan.
Melunasi utang
Tagihan kartu kredit, cicilan KPR, sampai angsuran KTA belum terlunasi di tahun 2015. Dan masing-masing individu mempunyai ragam utang dan cicilan yang berbeda-beda. Umumnya angsuran dari masing-masing cicilan yang Anda miliki cukup menyita penghasilan Anda setiap bulannya. Solusinya, Anda harus melunasi angsuran yang mempunyai bunga paling tinggi terlebih dahulu. Bila bunga kartu kredit Anda sebesar 3 persen/bulan dan cicilan KTA mempunyai bunga 2 persen/bulannya, maka dahulu kan untuk menyisihkan penghasilan Anda demi membayar kartu kredit dahulu gres angsuran KTA.
Berinvestasi
Berinvestasilah semenjak dini, apa pun instrumen investasinya. Sejatinya investasi sanggup mencegah kondisi finansial yang buruk. Apabila di tahun 2015, Anda belum sempat berinvestasi maka jadikan hal ini dalam sasaran resolusi finansial Anda. Anda bisa menyisihkan 20-30 persen dari penghasilan untuk dialokasikan dalam tabungan investasi.
Dalam menentukan investasi harus Anda sesuaikan dengan kemampuan mengolah risiko serta potensi pertumbuhan. Anda suka tantangan dan ingin meraih laba besar namun belum berpengalaman menjadi investor, bisa menentukan investasi reksadana atau saham. Biasanya Anda bisa menerima santunan dari manajer investasi yang berperan mengelola investasi Anda sesuai sasaran yang ditetapkan. Atau mau investasi yang rendah risiko sebagai pemula? Bisa menentukan investasi forex atau emas yang modalnya bisa dimulai dari Rp 1 juta saja.
Menyiapkan dana darurat
Masuk rumah sakit, renovasi rumah, kehilangan pekerjaan dan lainnya yang termasuk dalam hal darurat sejatinya menjadi kebutuhan. Ujung-ujungnya Anda perlu biaya untuk merealisasikan kebutuhan darurat tersebut. Dan umumnya dana darurat ini sering terlupakan sebab mengelola keuangan sesuai planning jauh lebih gampang ketimbang menyiapkan dana darurat. Sebaiknya Anda menyiapkan dana darurat biar sanggup membiayai 3-6 bulan ke depan. Andaikan Anda di PHK secara tiba-tiba, Anda tak perlu risau lagi memikirkan biaya hidup sebab terbantu dengan dana darurat ini.
Buat anggaran dan menaatinya
Mencoba menavigasikan kondisi finansial Anda tanpa menciptakan anggaran sama saja mengendarai kendaraan beroda empat tanpa bensin. Anggaran itu sangat berkhasiat untuk mengetahui biaya pengeluaran setiap bulannya. Setelah Anda tahu ke mana uang Anda pergi, Anda sanggup menetapkan untuk menekan bujet .Dalam menciptakan anggaran bulanan, masukkan juga dana untuk tabungan, membayar utang sampai dana darurat. Barulah sisanya dipergunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari (makan, uang transport dan bensin, belanja bulanan, dan lainnya). Cobalah untuk taat pada anggaran yang telah Anda buat untuk memperoleh keuangan yang merdeka.
Memikirkan tabungan pensiun
Pensiun masih lama, buat apa menabung untuk tabungan pensiun? Jika Anda mempunyai pedoman demikian, segera buang jauh-jauh. Anda tak akan pernah tahu kapan Anda berhenti bekerja. Bila usia Anda masih terbilang usia produktif, justru di situlah kesempatan untuk mengumpulkan tabungan pensiun. Apalagi jikalau harapan Anda yaitu menikmati masa renta dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan jiwa serta pikiran menyerupai liburan keliling Eropa misalnya.
Untuk memulai dana pensiun Anda, sisihkan saja 10-15 persen dari penghasilan selama masa Anda bekerja. Katakan penghasilan Anda di usia 25 tahun yaitu Rp 5 juta. Sisihkan 10 persennya yaitu Rp 500 ribu untuk masuk dalam tabungan pensiun. Usia produktif bekerja di Indonesia berkisar 55-60 tahun. Itu berarti Anda mempunyai 30 tahun usia produktif untuk bekerja. Total tabungan pensiun Anda selama 30 tahun yaitu Rp 180 juta. Dana yang cukup besar untuk dinikmati ketika masa pensiun, bukan?
Membeli rumah dan mobil
Apakah tahun depan Anda berencana membeli rumah atau kendaraan beroda empat sebagai komplemen kebutuhan? Jika jawabannya ya, itu tandanya Anda harus bekerja lebih keras lagi untuk mengumpulkan pundi-pundi keuangan. Namun, sebelum Anda menetapkan untuk mengambil KPR atau kredit mobil, pastikan bahwa kondisi keuangan Anda bisa mencicil sesuai jumlah yang ditentukan setiap bulannya. Sangat penting mengevaluasi kemampuan dan finansial Anda biar tak terjerat utang yang menumpuk di kemudian hari.
Menyimpan biaya pendidikan anak
Sudah jadi hal lumrah bahwa pergantian tahun menciptakan biaya pendidikan selalu naik. Terkadang biaya pendidikan selalu menjadi polemik bagi setiap orang tua. Pasalnya, inflasi biaya pendidikan bisa mencapai 10 persen. Apabila tahun 2016, Anda hendak menyekolahkan anak Anda, sebaiknya sudah mempersiapkan dana pendidikan 1-2 tahun sebelumnya.
Solusinya, sebelum mendaftarkan anak Anda di sekolah impiannya, ketahui dahulu berapa biaya yang dibutuhkan. Misalnya, anak Anda ingin masuk universitas swasta di Jakarta. Biaya masuknya di tahun 2016 yaitu Rp 25 juta. Dua tahun sebelumnya Anda sudah bisa melaksanakan survey ke universitas tersebut dan menghitung kalkulasi biayanya dalam 2 tahun ke depan (hitung saja setiap tahun ada inflasi 10 persen). Sehingga ketika hari-h mendaftar, Anda sudah mempunyai cukup modal sebagai biaya masuknya. Anda juga bisa mendaftar di asuransi pendidikan sebagai penyimpanan dana pendidikan anak Anda.
Memiliki finansial yang terarah
Memiliki kondisi finansial yang teratur yaitu harapan setiap individu. Untuk itulah resolusi finansial di tahun 2016 secara umum dikuasai diwarnai dengan kehidupan finansial yang lebih baik. Untuk mempunyai finansial yang terarah, Anda bisa menerapkannya dengan berpikir bijaksana ketika mengelola keuangan, membayar tagihan sempurna waktu, menyisihkan dana darurat sampai menyiapkan tabungan pensiun. Catat pula setiap pengeluaran yang Anda lakukan sekecil apa pun itu ke dalam anggaran.

Baca juga
Investasi Online Modal Kecil

—————————————————————————-

Share ya…. semoga bermanfaat..


Sumber http://www.ekonomiplanner.com