Sejarah Periklanan di Dunia

Periklanan – Saat ini dunia perikalanan telah mencapai tingkat yang sangat tinggi dikarenakan kemajuan teknoligi. Wikipedia “Periklanan merupakan bentuk komunikasi yang digunakan untuk membujuk audiens (pemirsa, pembaca atau pendengar) untuk mengambil beberapa tindakan sehubungan dengan produk, ide, atau layanan”. Tujuan dari disampaikannya iklan tersebut ialah mengarahkan sikap konsumen terhadap suatu penawaran seseorang dalam melaksanakan sesuatu.

 

 

Sejarah Periklanan di Dunia

Masa Sebelum Ditemukannya Mesin Cetak

“Commercial message and political campaign displays have been found in the ruins of ancient Arabia. Egyptians used papyrus to create sales messages and wall posters, while lost-and-found advertising on papyrus was common in Ancient Greece and Ancient Rome. Wall or rock painting for commercial advertising is another manifestation of an ancient advertising form, which is present to this day in many parts of Asia, Africa, and South America”

(Pesan komersial dan publikasi kampanye politik sudah ditemukan dalam reruntuhan bangsa Arab kuno. Orang-orang mesir memakai papyrus untuk membuat pengumuman mengenai barang-barang yang di jual dan membuat poster yang ditempelkan di dindng, dikala iklan mengenai ‘lost and found’ mulai marak di Yunani dan Romawi kuno. Lukisan dinding dan kerikil untuk iklan komersial merupakan manifestasi lain dari bentuk periklanan kuno, dimana hal itu memperlihatkan kehadiran iklan masa kemudian di adegan Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.)

Para arkeolog meyakini, advertising sudah ada semenjak zaman dulu. Advertising dilakukan dalam banyak sekali bentuk “mempublikasikan” banyak sekali kejadian (event) dan tawaran (offers). Metode iklan pertama yang dilakukan oleh insan sangat sederhana. Pemilik barang yang ingin menjual barangnya akan berteriak di gerbang kota memperlihatkan barangnya pada pengunjung yang masuk ke kota tersebut. Iklan sudah dikenal insan dalam bentuk pesan berantai (word of mouth) yang bentuknya pengumuman-pengmuman. Pesan berantai itu disampaikan dari ekspresi ke ekspresi untuk membantu kelancaran proses jual-beli.

Pesan iklan dalam bentuk tertulis mulai ditemukan pada masa Babylonia 3000 SM berupa belahan tanah liat (clay tablet) bertuliskan prasasti ihwal dealer salep (ointment dealer), juru tulis (scribe) dan pembuat sepatu. Peninggalan Mesir dan Yunani Kuno berupa pengumuman-pengumuman di dinding dan naskah di daun papirus, menyampaikan pengumuman ihwal datangnya kapal pembawa anggur, rempah-rempah, logam, barang-barang dagangan baru, acara-acara  (pertarungan gladiator) yang bakal digelar, budak yang lari dari tuannya. Orang-orang Roma mengecat dinding untuk mengumumkan perkelahian gladiator. Iklan pada jaman ini hanya berupa surat edaran. Karena masih banyak yang buta huruf, pengumuman-pengumuman itu dibacakan oleh tukang teriak (town crier) yang biasa didampingi pemain musik.
Kota Yunani dan Romawi Kuno sudah digunakan untuk mengumumkan lost & found. Di reruntuhan kota Pompeii terdapat gejala di terakota yang mengiklankan apa ynag dijual di toko : danging sapi (row of hams), sapi penghasil susu, kulit untuk sepatu. Disaping itu juga ditemukan bukti-bukti adanya pesan-pesan politik.

Orang-orang Ponosea melukis gambar untuk mempromosikan perangkat keras mereka di batu-batu besar di sepanjang jalur parade. Di Pompei misalkan, banyak lukisan seorang tokoh politisi dan meminta dukungan bunyi dari masyarakat. Di Perancis, traditional advertising sudah marak tahun 550 Sebelum Masehi untuk mengiklankan kaum negro sebagai budak.

Pada zaman Julius Caesar di eropa banyak toko dan penginapan yang sudah pakai tanda, papan nama, atau simbol, untuk membantu mereka yang buta huruf. Misalnya penginapan dengan simbol Man in The Moon, Three Squirrels, Hole in The Wall. Untuk ribuan tahun-tahun awal, orang beriklan untuk mempromosikan dua hal, daerah dan jasa. Iklan di bawah ini ialah pola pertama. Begitu juga plang di depan kedai minum dan penginapan (taverns and inns). Daniel Mannix, dalam bukunya yang bercerita ihwal olah raga kuno Roma, “ Those About to Die “, mencatat sebuah iklan yang ditemukan di sebuah kuburan bau tanah (tombstone) :


“Weathre permitting, 30 pair of gladiators, fumished by A.
Clodius flaccus, together with substitutes in case any get
Killed too quickly, will fight may 1 st, 2 nd and 3 rd at the
Circus Maximus.The fights will followed by a big wild beast
Hunt. The famos gladiator paris will fight. Hurrah for
Paris! Hurrah for the generous flaccus, who is running
for Duumvite!” (Below this is an ad for the copywriter.
“ Marcus wrote this sign by the light of the moon. If you
Hire Marcus, he ‘ll work day and night to do a good job” (Mannix,p.28).

Demikian pula banyak sekali gambar di kerikil cadas(rock paintings) di berbagei situs usang di Asia, Afrika, dan Amerika Latin memperlihatkan kehadiran “iklan” di masa lalu.

Masa Setelah Ditemukannya Mesin Cetak

Penemuan mesin cetak Gutenberg 1450 meningkatkan angka melek karakter sehingga merangsang orang untuk berbisnis iklan. Periklanan jadi bisnis massal. Bentuk awalnya berupa poster,handbill (selebaran), dan iklan baris (classified) di surat kabar. 1472 William Caxton di London mencetak iklan berbahasa Inggris pertama berupa selebaran (handbill) berisi tuntunan keagamaan ihwal perayaan paskah (rules for the guidance of the clergy at easter). Versi lain menyampaikan iklannya berupa penjualan injil (prayer book). Awal masa 16 dan 17 yang banyak ditampilkan ialah iklan ihwal budak belian, kuda buku, obat.
 
Sebagai bentuk printed advertising, periklanan berkembang di awal masa 15-16. Beberapa waktu kemudian mulai muncul metode iklan dengan goresan pena tangan dan dicetak di kertas besar yang berkembang di Inggris. Iklan pertama yang dicetak di Inggris ditemukan pada Imperial Intelligencer Maret 1648.
 
Pada tahun 1622 Surat kabar terbit di Inggris terbit untuk pertama kalinya,The Weekly News kemudian disusul The Tattler yang terbit tahun 1709 dan The Spectator yang terbit pada 1711. Ketiga Koran ini merupakan media cetak yang membawa lembaran iklan secara piggy-back.
Pada tahun 1655 istilah iklan (advertisement) muncul pertama kali dalam injil untuk menunjuk istilah “peringatan”/“pemberitahuan” (warning/ notification).

Pada tahun 1660 mulai istilah itu dipaka untuk keperluan informasi komersial (commercial information), khususnya oleh para saudagar toko.Pesan-pesan iklan usang kehalaman semakin simple dan inovatif semenjak tahun 1700 dan 1800-an.
Pada tahun 1690 lahir Public Occurencs Both Foreign and Dometic, Koran (tidak harian) pertama di Amerika hanya  membuat satu info (issue).

Periklanan secara kasatmata mulai memperlihatkan kemajuan di awal masa 17 di Inggris untuk mempromosikan buku dan Koran yang mulai berkembang.Pada masa ke-17 di Inggris, pesan-pesan komersial masih berbentuk poster atau selebaran lepas yang dikirim dalam lipatan surat kabar. Produk yang paling banyak diiklankan pada masa ini ialah buku dan obat-obatan.
Pada tahun 1704 Boston Newsletter, koan AS pertama yang muat iklan, berupa tawaran hadiah bagi yang sanggup menangkap pencuri baju.

Iklan-iklan media cetak pada masa 18 umumnya ditunjukan pada target pembaca di Eropa yang menyebutkan adanya tanah-tanah garapan yang menantang untuk masa depan di Amerika. Salah satunya iklan ada tanah 150 ha di Philadelphia.
Pada tahun 1729 Iklan pertama di surat kabar “ Pennysilvania Gazette” yang terbit di Amerika Serikat. Amerika waktu itu masih menjadi wilayah jajahan Inggris, dan surat kabar yang didirikan oleh Benjamin Franklin itu berhasil mencapai tiras tertinggi serta pendapatan iklan terbesar pada masanya.

Pada tahun 1740 poster cetak outdoor pertama muncul di London (disebut “hoarding”).
Pada tahun 1776 muncul iklan proklamasi kemerdekaan AS di Pennsylvania Evening Post and Daily Advertiser, Koran yang terbit secara harian pertama di AS.
Ketika acara perekonomian mulai meningkat diberbagai penjuru dunia, di masa 18-an, di Amerika Serikat, periklanan mulai menerima perhatian besar. Beberapa toko di Eropa mulai berfungsi sebagai biro yang mengumpulkan iklan untuk surat kabar.

Sangat boleh jadi Sears catalog menjadi inspirasi bagi lahirnya iklan display di media cetak. Sears ialah penggagas rantai toko (chain stores) di A.S yang kemudian bermetamorfosis department stores. Kehadiran Sears yang menjual banyak sekali barang secara lengkap menggantikan toko-toko serupa berskala kecil yang pada waktu itu disebut dengan mercantile.

Untuk memudahkan pelanggan, alasannya ialah pada masa itu transportasi masih terbatas, Sears menerbitkan katalog ihwal semua barang yang dijual dan para langganan sanggup memesan melalui pos (mail order). Setiap barang yang ditawarkan ditampilkan secara menarik dengan foto-foto dan gambar-gambar yang atraktif. Begitu populernya Sears Catalog di masa lalu, sampai-sampai ia disebut sebagai Bibel Petani (Farmers Bible)
Tampilan dan peragaan produk menyerupai di Sears Catalog itulah yang kemudian dijumpai  di banyak sekali surat kabar dan majalah di Amerika Serikat, serta kemudian menyebar ke seluruh dunia. Di masa kini penampilan menyerupai itu sering disebut sebagai display advertising (iklan komersial)
Pada masa ke-19 mulai dikenal pembelian ruang iklan melalui biro perseorangan (menyalurkan lagi ke perusahaan periklanan). Pada masa dinasti Edo di Jepang, awal abad-19 selebaran yang didistribusikan bersama surat kabar juga banyak membawa pesan-pesan komersial, khususnya ihwal obat-obatan.

Pertumbuhan ekonomi dunia yang mulai bergerak pesat pada awal masa ke-19 alhasil memicu hadirnya iklan di surat kabar amerika Serikat, beberapa surat kabar mulai memuat pesan-pesan singkat ihwal produk, tampil dengan huruf-huruf kecil di dalam kotak, di antara info dan Tulsan lain. Iklan yang dikala ini disebut sebagai classified advertisement ini mempromosikan banyak sekali jenis barang dan jasa.

Pada tahun 1841 Volney Palmer, “orang iklan” (adman) masa-masa awal, bertindak sebagai media broker / agen, menerima komisi dari pemasangan iklan di media (media placement). Palmer mendirikan Agensi Periklanan pertama oleh Volney Palmer di Boston. Pada waktu itu, agensi periklanannya masih sebatas mediator pemasar dengan pihak surat kabar sebagai penerbit iklan
 
Pada tahun 1844 muncul iklan majalah pertama di majalah Southern Messenger dengan editornya Edgar Allan Poe (pengarang Tarzan). Majalah-majalah iklan periode awal yang masih terbit hingga kini ialah Cosmopolitan, ladies Home Journal, ReadeR’s Digest.

Sampai tahun 1850-an, di Eropa iklan belum sepenuhnya dimuat di surat kabar. Kebanyakan masih berupa pamflet, leaflet, dan brosur.

Pada tahun 1864 periklanan berkembang seiring perkembangan pers yang juga ditandai berkembangnya perusahaan periklanan dengan fungsi sederhana.
Pada tahun 1871 Charles bates membuat biro iklan professional pertama kali.
Pada tahun 1875 di Philadelpia, dibentuk agensi periklanan yang lebih multi fungsi. Dalam periode ini pula perempuan mulai mengambil porsi. Baik sabagai tenaga periklanan, maupun sebagai image produk iklan. Penggunaan “wanita” sebagai daya tarik, pertama kali digunakan dalam iklan sabun mandi.
 
Pada tahun 1880 John Power, penulis naskah iklan (copywriter) pertama
 
Setelah 1880an, perusahaan periklanan meningkatkan fungsi dengan memperlihatkan konsultasi dan jasa periklanan lain
 
Pada tahun 1891 J Walter Thompson, Account Executive pertama.
Pada tahun 1920 KDKA stasiun radio pertama di dunia lahir di Pittsburgh. Saat radio siaran mulai mengudara di tahun 1920-an, periklanan di radio pun mulai marak walaupun secara teknis dan daya tarik, tidak menyerupai yang kita nikmati dikala ini. Sponsorsif dikala itu lebih banyak dikuasai satu orang/pihak. Misalnya, sponsorsif suatu radio, dikuasai satu bisnisman. Dengan kata lain, space iklan digunakan sendiri. Tapi seiring dengan tingginya persaingan, kondisi ini berangsur-angsur berubah.
Pada tahun 1922 Iklan pertama di radio duniaWEAF, New York.

Pada tahun 1939 NBC, stasiun tv pertama.
Periklanan masuk dunia televisi di awal tahun 1940an. Iklannya sanggup berupa commercial atau public advertising
 
Pada tahun 1941 Iklan televisi hitam/putih pertama di New York, Amerika Serikat  mengiklankan Arloji Bulova dengan harga spot US $ 9.
poster film tahun 1950

Pada tahun 1954 Iklan televisi berwarna pertama ditayangkan. Mengiklankan Castro Decorate, New York. Pada peralihan menuju masa ke-20, sistem administrasi periklanan modern menyerupai posisi manajer iklan mulai diterapkan
“The 1960s saw advertising transform into a modern approach in which creativity was allowed to shine, producing unexpected messages that made advertisements more tempting to consumers’ eyes. The 1960s saw advertising transform into a modern approach in which creativity was allowed to shine, producing unexpected messages that made advertisements more tempting to consumers’ eyes.”
iklan penggunaan lampu ekonomis energi

Advertising modern sendiri yang mulai berkembang tahun 1960an, jauh berbeda dengan advertising masa lampau. Pada tahun ini, periklanan menemukan bentuknya yang modern dengan karya-karya kreatif yang menakjubkan. Perintis iklan dengan landasan karya kreatif yang digarap secara apik ini dipelopori oleh seri iklan kendaraan beroda empat kodok volkswagen yang menampilkan judul-judul menyerupai “Think Small“ dan “Lemon.“ Iklan-iklan Volkswagen inilah yang meletakkan dasar positioning dan uniqe salling proposition (USP) dalam periklanan yang masih dipegang hingga kini. Konsep ini mengikat (associate) setiap merk dengan satu sspesific idea yang khas yang menancap di benak konsumen.

Di simpulan 1980 dan awal 1990 memperlihatkan kemunculanTv Kabel dan MTV, sebagai adegan darinya. Sebagai Pionir dalam konsep musik-video, Pelayanan MTV merupakan sebuah tipe periklanan yang baru. Konsumen lebih menyimak pesan yang diiklankan MTV dibandingkan dengan membeli sesudah menerima informasi dari media lain. Saat tv kabel dan tv satelit mengalami peningkatan secara umum, beberapa kanal berada di posisi puncak, termasuk kanal yang seluruh durasinya berisi iklan menyerupai QVC, Home Shopping Network, dan Shop Tv.

Pemasaran melelui internet membuka batas gres bagi periklanan dan menyampaikan donasi pada ‘boomingnya’ “dot-com” tahun 1990. Seluruh perusahaan terus beroperasi semata-mata dalam bidang periklanan, dan memperlihatkan segalanya untuk kupon berlangganan internet gratis. Memasuki masa ke-21 sejumlah website, termasuk ‘mesin pencarian google’ memulai perubahan dalam dunia periklanan on-line dengan mengekspansi relevansi kontekstual, tidak menonjolkan iklan dibandingkan dengan pemberian derma dan lebih utama ketimbang membanjiri konsumen dengan brosur. Hal ini  menandai kebangkitan dari upaya untuk meningkatkan animo periklanan interaktif.

Pemasaran melalui internet membuka batas gres bagi periklanan dan menyampaikan donasi pada ‘boomingnya’ “dot-com” tahun 1990. Seluruh perusahaan terus beroperasi semata-mata dalam bidang periklanan, dan memperlihatkan segalanya untuk kupon berlangganan internet gratis. Memasuki masa ke-21 sejumlah website, termasuk ‘mesin pencarian google’ memulai perubahan dalam dunia periklanan on-line dengan mengekspansi relevansi kontekstual, tidak menonjolkan iklan dibandingkan dengan pemberian derma dan lebih utama ketimbang membanjiri konsumen dengan brosur. Hal ini  menandai kebangkitan dari upaya untuk meningkatkan animo periklanan interaktif.
 
Penyebaran pesan  melalui iklan, secara relatif menelan biaya dari GDP sehingga menyeebabkan  perubahan yang cukup signifikan dalam pemilihan media. Di Amerika misalnya, pada tahun 1925 media iklan yang utama ialah surat kabar., majalah, nyala lampu trem,dan poster-poeter. Advertising menghabiskan anggaran sekitar 2,9% dari GDP. Sejak 1998, televisi dan radio menjadi media perikanan yang utama dan menghabiskan dana dari GDP yang lebih rendah, sekitar 2,4%.
Dilihat dari tujuan, penyajian hingga ke anggaran yang dibelanjakan iklan mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Saat ini terdapat Perusahaan Periklanan Terbesar Di Dunia, perusahaan tersebut adalah:
    WPP Group plc (UK)
    Omnicom Group Inc. (US)
    The Interpublic Group of Companies, Inc. (US)
    Publicis Groupe S.A. (FR)
Urutan largest in term of billing dan besarnya network saling kejar-mengejar. Makara mungkin tahun ini WPP, tahun depan Omnicom tahun depan berganti lagi antara 3 conglomerate. Sedang Publicis menempati posisi ke empat.
Masing-masing mempunyai perusahaan  dengan banyak sekali expertise di bidang komunikasi, Advertising Agency, Media Service, Marketing Branding Strategy, PR, CRM, Corporate ID/Brand, Direct Marketing, Event, Sales Promotion, you name it.
Anak-anak perusahaannya di tiap-tiap grup yang ada di Indonesia tidak diketahui niscaya kecuali WPP, tapi jikalau diperkirakan, petanya menyerupai berikut ini:
→ WPP Group plc :
Bates, Young & Rubicam, J Walter Thompson(JWT), Landor Associates, Ogilvy & Mather Group (termasuk One, PR, Interactive dll), MindShare etc
→ Omnicom Group Inc. :
BBDO Worldwide, DDB Worldwide, TBWA Worldwide
→ The Interpublic Group of Companies, Inc. :
McCann-Erickson WorldGroup, FCB Group, Lowe & Partners Worldwide
→ Publicis Groupe S.A. :
Publicis Worldwide, Leo Burnett Worldwide, Saatchi & Saatchi Worldwide, Fallon Worldwide and 49%-owned Bartle Bogle Hegarty (BBH), Starcom MediaVest Group, ZenithOptimedia.
Khusus untuk WPP, dari direktori di websitenya di sanggup perusahaan-perusahaan di Indonesia yang termasuk dalam grup ini:
1. Bates Asia – Indonesia
2. Dentsu, Young & Rubicam – Jakarta, Matari-Dentsu Young & Rubicam
3. J Walter Thompson – Jakarta, Adforce
4. Landor Associates – Jakarta
5. Maximize – Jakarta
6. Mediaedgecia – Indonesia
7. MindShare – Jakarta
8. Motivator – Jakarta
9. Ogilvy & Mather – Jakarta, Ogilvy & Mather
10. Ogilvy & Mather – Jakarta, Ogilvy Public Relations Worldwide
11. Ogilvy & Mather – Jakarta, OgilvyOne worldwide
12. Ogilvy Public Relations Worldwide – Jakarta
13. OgilvyInteractive – Jakarta, OgilvyInteractive
 
Tahun 2004 biaya permasangan iklan di Amerika Serikat mencapai sekitar $212 miliar. Sementara belanja iklan di seluruh dunia mencapai lebih dari $414 miliar. Sebuah angka yang luar biasa besar. Sementara accounting firm Pricewaterhouse Coopers menyebutkan, tahun 2010, belanja iklan seluruh dunia akan mencapai lebih dari setengah triliun dolar Amerika Serikat.
Pemasangan iklan dikala ini, banyak dilakukan banyak sekali macam organisasi nirlaba, profesi, pemerintahan dan tubuh social. Bahkan pembelanja iklan terbesar ke 25 ialah pemerintah Amerika Serikat.
 
Saat ini, penemuan dunia periklanan semakin berkembang pesat dengan memakai metode pendekatan yang tidak biasa, menyerupai mendirikan panggung di area public, memberi hadiah kendaraan beroda empat dalam mempromosikan merk tertentu, dan mengadakan promosi interaktif dimana konsumen sanggup merespon dan menjadi adegan dikala promosi berlangsung. Hal ini memberi gambaran perkembangan animo periklanan interaktif melalui penempatan produk, voting melalui SMS dan banyak sekali penemuan lainnya yang memakai jaringan internet, menyerupai My Space dan media telekomunikasi mutakhir lainnya.


Legenda Periklanan Dunia

Berikut ini nama-nama beberapa tokoh yang menjadi legenda periklanan dunia selain volney palmer:

Leo Burnett

Leo Burnett Agency, Chicago

Mendirikan biro iklan di Chicago. Filosofi biro iklannya ialah “Gapailah ketinggian, alasannya ialah dengan cara itu kita tidak akan mengejar segenggam lumpur”. Prinsipnya yang paling terkenal ialah “Ide Besar”. Menurutnya setiap kampanye harus mengandung ide yang Akan bertahan selama bertahun-tahun dan memisahkannya dengan hal yang lain. Beberapa karya periklanan Burnett bersumber pada nilai-nilai kemanusiaan universal.

Rooser Reeves (1910-1984)

Ted Bates & Co, New York

Tokoh periklanan pada tahun 1950-an di biro iklan Ted Bates New York. Ia menerbitkan buku “Reality in Advertising” di tahun 1961 semasa aktif di Ted Bates dan menjadi best-seller. Teorinya yang paling terkenal di dalam periklanan ialah USP atau biasa disebut “ Unique Selling Proposition“ dan mengantarkan Rosser Reeves menjadi terkenal di bidang periklanan. Ia menggambarkan USP di (dalam) tiga komponen yang mengedepankan prinsip dari teknik menjual agresif. Menurutnya kiprah iklan ialah memasukkan merek sebanyak mungkin kedalam kotak mental, dengan cara menjual ciri khas dari produk tersebut.

Bill Bernbach (1911-1982)

Doyle Dane Bernbach, New York

” Aku memperingatkan kau untuk melawan terhadap kepercayaan bahwa iklan ialah suatu ilmu pengetahuan ” Bernbach memimpin revolusi periklanan pada dekade 1960-an dan menjadikannya salah satu kekuatan kreatif paling kuat di dalam sejarah periklanan.  Di biro iklan Doyle Dane Bernbach (DDB) New York, ia mempelopori iklan yang dibentuk lebih jenaka, lebih cerdas dan kadang sangat tidak sopan.
Ia ialah seorang Adman yang banyak mengilhami orang lain. Setelah kematian Bernbach pada Oktober 1982, prinsipnya berdampak lebih besar pada kultur Amerika dibanding para Adman lain yang telah lahir 133 tahun sebelumnya”
16 tahun kemudian, Dampak Bernbach berlanjut dan tidak berkurang. Ia dianugrahi daftar kehormatan Iklan masa 20 sebagai orang yang paling kuat dalam periklanan. Pengaruhnya masih hidup dan relevan untuk membantu memberi petunjuk untuk industri periklanan hingga masa 21.
Bagi penulis naskah dan pengarah seni muda yang masih berkembang harus mempelajari kampanye klasik Bernbach alasannya ialah banyak dari apa yang diyakininya telah menjadi “hukum kreatif” bagi orang-orang iklan.
Prinsipnya yang palig terkenal ialah menempatkan iklan sebagai sebuah seni bukan ilmu pengetahuan.” Iklan bukan suatu ilmu pengetahuan, Iklan ialah bujukan. Dan bujukan ialah suatu seni.” – Bill Bernbach

David Ogilvy (1911-1999)

Ogilvy & Mather Worldwide, New York

Ogilvy ialah Adman yang terkenal di dunia. Ia ialah raksasa di dalam bisnis periklanan selain nama besar Bill Bernbach, Leo Burnett, Ted Bates, Rosser Reeves dan raksasa periklanan lain dalam bisnis itu.
Pesaingnya Ed Ney, yang memimpin Young & Rubicam mengatakan:
“Ia mahluk cerdas yang sangat Kompetitif. Ia membawa gaya kepada bisnis periklanan. Bernbach OK, tetapi David ialah terbaik dari yang terbaik”
Di tahun 1975, ia disebut sebagai “ahli sihir yang paling dicari di dalam industri periklanan.”
David menimbulkan bisnis periklanan sangat menarik dan mengundang banyak orang cerdas kedalamnya. Bukunya Confessions of an Advertising Man ialah buku paling laku yang diterbitkannya di tahun 1962, dan diterbitkan kembali di inggris lebih dari 40 tahun kemudian. Buku itu telah menghipnotis pandangan dari banyak orang ihwal bisnis periklanan.
Pendiri biro iklan Ogilvy & Mather ini filosofinya banyak didasarkan pada hasil riset. Prinsipnya yang paling kontroversial dan jadi perdebatan ialah “tidak seorangpun akan membeli sesuatu dari seorang pelawak atau pelawak dan bahwa goresan pena putih di atas latar belakang hitam akan sulit dibaca”. Namun prinsipnya bahwa “konsumen itu bukan orang yang bodoh, ia ialah istri anda” merupakan prinsip yang sulit terbantahkan.

John Hegarty

Bartle Bogle Hegarty, New York

Menciptakan kampanye iklan legendaris : levis, lego, audi
John yang bertubuh mungil dan ceking, bersama teman-temannya mendirikan BBH di tahun 1982 dan semenjak dikala itu merebut serangkaian penghargaan kreatif. Menurutnya untuk membuat iklan yang baik craftsmanship merupakan hal yang penting alasannya ialah dikala ini kita hidup di budaya visual. Orang lebih peduli pada pencitraan dibanding masa sebelumnya. Cara kita berbusana, dalam hal yang kita kerjakan, bahkan makan. Semuanya bersifat visually driven. Orang mengambil keputusan menurut visual.
Pakar periklanan Amerika ini juga menyebutkan, globalisasi membuat produk-produk mempunyai kualitas yang hampir serupa. Sekarang industri lebih banyak bersaing dengan menyentuh emosi dan gengsi konsumen. Hegarty mengatakan, dikala ini konsumen membeli barang bukan alasannya ialah keunggulannya tapi alasannya ialah produk tersebut membuat sang konsumen percaya, merasa yakin, dan jatuh cinta. Itulah yang disebut dengan Emotional Selling Proposition

Jean Marie Dru

TBWA Worldwide

Disturbtion ialah pendekatan revolusioner terhadap periklanan yang dikembangkan oleh Jean Marie Dru dari biro iklan TBWA Worldwide. Ia menyampaikan jikalau perusahaan tidak membuat perubahan maka perubahanlah yang akan membuat mereka. Dru percaya bahwa iklan harus mengganggu kenormalan yang sanggup diprediksi, sehingga sanggup masuk ke dalam koteks yang sama sekali baru

Jay Chiat

Chiat/Day, California

Pendiri biro iklan Chiat/Day yang sangat kuat di California, dan berhasil mengangkat derajat biro iklan yang tidak berlokasi di Madison Avenue.
Jay ialah sosok yang mempesona, menghebohkan dan mempunyai daya juang tinggi. Salah satu ungkapannya yang terkenal ialah “How big can we get, before we get bad ?”.


Sumber http://www.ekonomiplanner.com