Pengertian Sistem Ekonomi Islam

Pengertian Sistem Ekonomi Islam Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari sikap ekonomi insan yang perilakunya diatur berdasarkan aturan agama Islam dan didasari dengan tauhidsebagaimana dirangkum dalam rukun iktikad dan rukun Islam. Islam menganjurkan umatnya untuk melaksanakan kegiatan bisnis (berusaha) guna memenuhi kebutuhan sosial-ekonomi mereka. Rasulullah SAW sendiri terlibat di dalam kegiatan bisnis selaku pedagang bersama istrinya Khadijah. Jika Sebelumnya sering didengar wacana sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi liberalis, bagaimana dengan sistem ekonomi islam ??
sistem ekonomi Islam sanggup diambil suatu pengertian darinya sebagai hukum-hukum syariah yang berkaitan dengan pengaturan urusan harta.

Namun begitu suatu bentuk sistem ekonomi biasanya diperbandingkan melalui hal yang paling mendasar, yaitu persoalan pokok ekonomi. Adapun persoalan pokok ekonomi berdasarkan teori ilmu ekonomi klasik ialah persoalan sistem produksi, sistem distribusi dan sistem konsumsi.

Inti pembahasan dari persoalan produksi, distribusi dan konsumsi bersama-sama ialah pembahasan persoalan mendasar perekonomian yang dihadapi setiap masyarakat. Adapun persoalan mendasar perekonomian yang dihadapi masyarakat ialah pertanyaan terhadap barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup manusia. Seperti pertanyaan barang dan jasa apa yang akan diproduksi (what), siapa yang berhak menjadi pelaku produksi (who), bagaimana cara proses produksi tersebut dilakukan (how), dan untuk siapa barang dan jasa hasil produksi tersebut (for whom).

Untuk memudahkan dalam melihat bentuk sistem ekonomi Islam, maka inti pertanyaan terhadap barang dan jasa sebagai pemenuh kebutuhan hidup insan tersebut sanggup disederhanakan dengan tiga komponen, yaitu konsep kepemilikan (al-milkiyah), konsep pemanfaatan kepemilikan (tasharruf fil milkiyah) dan konsep distribusi kekayaan ditengah-tengah masyarakat (tauzi’u tsarwah baina an-nas). Suatu sistem ekonomi Islam harus bebas dari bunga (riba), riba merupakan pemerasan kepada orang yang sesak hidupnya (terdesak oleh kebutuhan). Islam sangat mencela penggunaan modal yang mengandung riba. Dengan alasan inilah, modal telah menduduki kawasan yang khusus dalam ilmu ekonomi Islam. Negara Islam mempunyai hak untuk turun tangan jikalau modal swasta dipakai untuk merugikan masyarakat. Tersedia eksekusi yang berat bagi mereka yang menyalahgunakan kekayaan untuk merugikan masyarakat.
Dengan demikian sistem ekonomi islam ialah sekumpulan dasar-dasar umum ekonomi yang di simpulkan dari Al-Qur’an dan sunnah, dan merupakan bangunan perekonomian yang di dirikan atas landasan dasar-dasar tersebut yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan masa.

Pengertian Ekonomi Islam 

Menurut Bahasa 

Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari sikap ekonomi insan yang perilakunya diatur berdasarkan aturan agama Islam dan didasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun iktikad dan rukun Islam.

Menurut Istilah 

Pengertian ekonomi Islam ialah segala aktivitasperekonomian beserta aturan-aturannya yang didasarkan kepada pokok-pokok pemikiran Islam wacana ekonomi.

Menurut Para Ahli 

Menurut M.A MAnnan “Ilmu ekonomi Islam ialah suatu ilmu pengetahuan social yang mempelajari permasalahan ekonomidari orang-orang mempunyai nilai-nilai Islam.”
Menurut Khursid Ahmad “Ilmu ekonomi Islam adalahsuatuupaya sistematis untuk mencoba memahami permasalahan ekonomi dan perilakumanusia dalam hubungannya dengan permasalahan tersebut dari sudut pandang  Islam.”

Menurut M. Akram Khan  “lmu ekonomi Islam bertujuan mempelajari kesejahteraan manusia(falah) yang dicapai dengan mengorganisir  sumber-sumber daya bumi atas dasar kerjasama dan partisipasi.”
Menurut Louis Cantori  “Ilmu ekonomi Islam tidak lainmerupakan upaya untuk merumuskan ilmuekonomi yang berorientasi insan danberorientasi masyarakat yang menolak ekses individualisme dalam ilmu ekonomiklasik.”
Ekonomi Islam memandang bahwa ilmu ekonomi ialah bab dari kajian ekonomi yang hanya membahas persoalan teknis dalam penerapan sistem ekonomi. Ilmu ekonomi lebih spesifik hanya membahas persoalan tata cara dalam memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Meski demikian, ekonomi Islam tidak mendapatkan semua tata cara teknis tersebut diadopsi dalam ilmu ekonomi Islam. Ekonomi Islam hanya mengadopsi tata cara yang secara aturan Islam tidak bertentangan dengannya. Seperti dalam upayanya meningkatkan produksi beras namun memakai pupuk yang berasal dari benda najis, dimana sebagian ulama menunjukkan status haram dalam pemanfaatan benda najis. Sehingga tidak dibenarkan dan bahkan diharamkan apabila ingin meningkatkan produksi beras namun dengan memakai pupuk yang najis.

Nabi Muhammad SAW pun memberikan dengan pernyataan: “kamu lebih mengetahui urusan duniamu”. Hadits ini sebagai tanggapan atas persoalan penyerbukan kurma yang tidak berhasil dilakukan oleh seorang muslim sesudah meminta pendapat kepada baginda Rasulullah Saw. Hadits ini pun menunjukkan pesan pada kita bahwa dalam persoalan teknis memproduksi barang dan jasa perkaranya diserahkan kepada manusia.


Sumber http://www.ekonomiplanner.com