Inilah Pengertian & Perbedaan Kebijakan Fiskal dan Moneter

Kebijakan moneter dan kebijakan fiskal mengacu pada dua alat yang paling penting dalam ekonomi suatu negara. Kebijakan moneter berkaitan dengan pengelolaan suku bunga dan total pasokan uang yang beredar. Biasanya dilakukan oleh bank sentral seperti Bank Indonesia atau Federal Reserve di AS. Kebijakan fiskal adalah istilah kolektif untuk tindakan pajak dan pengeluaran pemerintah. Di Amerika Serikat, kebijakan fiskal nasional ditentukan oleh eksekutif dan legislatif  pemerintah.

Model ekonomi ini berlaku dalam ekonomi pasar, namun tidak dalam ekonomi fasis, komunis atau sosialis. John Maynard Keynes adalah pendukung utama dalam penggunaan alat kebijakan ini untuk merangsang ekonomi selama resesi.

Perbedaan Kebijakan Fiskal dan Moneter

 1. Pengertian Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal mencakup langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dalam menciptakan perubahan pada bidang perpajakan (pendapatan pemerintah) dan pengeluaran pemerintah dengan maksud untuk menghipnotis pengeluaran agregat dalam perekonomian.

Menurut Keynes, kebijakan fiskal sangat penting untuk mengatasi pengangguran yang relatif serius. Melalui kebijakan fiskal pengeluaran agregat sanggup ditambah dan langkah ini akan menaikkan pendapatan nasional dan tingkat penggunaan tenaga kerja.

Di bidang perpajakan, langkah yang perlu dilaksanakan yaitu mengurangi pajak pendapatan. Pengurangan pajak pendapatan ini akan menambah kemampuan masyarakat untuk membeli barang dan jasa dan akan meningkatkan pengeluaran agregat.

Selanjutnya, pengeluaran agregat sanggup lebih ditingkatkan lagi dengan cara menaikkan pengeluaran pemerintah – untuk membeli barang dan jasa yang diperlukannya maupun untuk menambah investasi pemerintah.

kebijakan fiskal dan moneter

kebijakan fiskal dan moneter


Dalam masa inflasi atau saat acara ekonomi telah mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan kenaikan harga-harga sudah semakin pesat, langkah sebaliknya harus dijalankan, yaitu dengan menaikkan pajak dan mengurangi pengeluaran pemerintah. Langkah ini akan mengurangi pengeluaran agregat dan inflasi pun akan berkurang.

2. Pengertian Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter mencakup langkah-langkah yang dilaksanakan oleh bank sentral (Bank Indonesia) untuk mengubah penawaran uang dalam perekonomian atau mengubah suku bunga, dengan maksud untuk menghipnotis pengeluaran agregat.

Apabila terjadi permasalahan berupa tingginya tingkat pengangguran di Indonesia maka pengeluaran agregat perlu ditambah untuk mengurangi pengangguran tersebut. Cara yang ditempuh oleh bank Indonesia salah satunya dengan menurunkan suku bunga untuk menggalakkan pertambahan penanaman modal.

Secara garis besar, kebijakan moneter yang dilakukan Bank Indonesia mencakup dua hal, yaitu: 1) Kebijakan moneter ekspansif (menambah jumlah uang yang beredar) dan 2) Kebijakan moneter kontraktif (mengurangi jumlah uang yang beredar).

Sedangkan sarana yang dipakai untuk menjalankan kebijakan moneter tersebut terdiri dari 4 instrumen sebagai berikut:

a. Operasi pasar terbuka

Operasi pasar terbuka yang dimaksud di sini yaitu dengan membeli atau menjual Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Apabila terjadi inflasi, maka BI melaksanakan kebijakan kontraktif dengan menjual SBI.

b. Penetapan tingkat diskonto

Penetapan suku bungan juga sanggup dilakukan untuk menghipnotis jumlah uang yang beredar. Sebagai rujukan saat terjadi inflasi, maka BI akan menaikkan tingkat suku bunga diskonto sehingga masyarakat akan tertarik untuk menyimpan uangnya di bank, dan jumlah uang beredar akan berkurang.

c. Penetapan cadangan wajib minimum

Tiap bank umum diwajibkan memiliki cadangan wajib yang disimpan di masing-masing bank. Apabila BI melaksanakan kebijakan kontraktif (misalnya) maka besarnya cadangan wajib minimum akan dinaikkan.

d. Pengaturan kredit atau pembiayaan

Salah satu tugas bank umum yaitu memperlihatkan sumbangan (kredit) kepada masyarakat. Apabila BI ingin mengurangi jumlah uang yang beredar (kontraktif) maka pengaturan kredit akan diperketat sehingga jumlah kredit yang disalurkan kepada masyarakat akan berkurang.

Kesimpulan Tentang Kebijakan Fiskal dan Moneter

Perbedaan dasar antara kebijakan fiskal dengan moneter yaitu bahwa kebijakan moneter dilakukan oleh pemerintah sedangkan kebijakan moneter dilakukan oleh Bank Indonesia (sebagai tubuh independen/tanpa campur tangan pemerintah).

Sumber Referensi:
  1. investopedia.com/ask/answers/100314/whats-difference-between-monetary-policy-and-fiscal-policy.asp
  2. https://www.diffen.com/difference/Fiscal_Policy_vs_Monetary_Policy
  3. http://www.bi.go.id
  4. Sadono Sukirno. 2006. Makroekonomi: Teori Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
  5. http://www.pendidikanekonomi.com/