Peluang Bisnis Pengelolaan Sampah Kota TPS 3R dengan Gasifier GS 50

Gasifier Sampah TPS 3R Terpadu GS 50 dikembangkan dari tungku gasifikasi biomassa, yang sudah usang ada di Bandung, semenjak tahun 2005. Dengan tambahan fitur ( reaktor pirolisis, plasma torch, ionisasi asap dan pengendap tar ) reaktor beroperasi dgn metode gasifikasi, yaitu proses produksi gas yang jadi materi bakar ( self burning) dalam reaktor. Gasifikasi berbeda dgn pembakaran lantas atau insenerasi (incenerator). Teknik termokimia ( suhu tinggi dan minim oksigen) dgn burner plasma torch, proses termal terjadi tanpa memerlukan materi bakar minyak (BBM).
Semetode reaksi termo kimiawi ( pada temperatur tinggi dan sedikit udara) reaktor gasifikasi memusnahkan (konversi) aneka jenis sampah yang umum berada di TPS daerah komersial ( komplek perumahan, apartemen, komplek Ruko, daerah industri, pertokoan) inginpun TPS daerah sosial dan pendidikan. Efektif memusnahkan jenis sampah anorganik kering ( pecahan kayu, sampah B3, perca kain, pampers, kemasan sebabnyanan, biomassa dan tumbuhan kering serta homogen sampah kering lainnnya).

Gasifier GS 50 melsayakan proses gasifikasi, memusnahkan sampah Wujud padat jadi fasa gas (sintetik atau syngas) berupa hidrogen (H2) dan karbon monoksida (CO). Terhubung dgn ruang termal ( combustion chamber) lewat pipa dilapisi kastabel, syn gas  akan terbakar anggotai energi panas (kalor) terhadap reaktor kedap udara (pirolisis). Dari hasil panas tinggi gasifier, reaktor pirolisis memusnahkan (konversi) aneka plastik (PE,PET, styrofoam, dan  sejenisnya), yang setelah dilewatkan kondensat jadi fasa cair berupa  minyak bakar (fuel oil).

Keberadaan Gasifier GS 50, dalam suatu paket teknologi daerah pengolahan sampah (TPS 3R ) Terpadu, anggotaikan efisiensi dan saling melengkapkan (komplementer) dgn peralatan teknik biologi ( proses dekomposisi jadi kompos (aerob) serta digester biogas (anaerob). Walaupun gasifikasi sanggup melsayakan konversi (memusnahkan) semua jenis sampah, pengolahan jenis organik ( cairan lindi, daun tumbuhan, sisa sebabnyanan) semetode tersendiri dalam komposter dan digester, disamping menyelamatkan siklus kandungan elemen hara (nutrisi), juga meningkatkan efisiensi termal. Terhindarkannya material berkadar air tinggi masuk reaktor gasifier menaikan produktivitas syn gas dan perolehan energi (kalor), selanjutnya meningkatkan kapasitas materi bsaya isian (bbi) gasifier.
SPESIFIKASI dan KONFIGURASI PAKET TEKNOLOGI
Reaktor Gasifier GS 50 terbuat dari logam plat esser 7 mm berdimensi PLT ( panjang = 1,53 m,  lebar= 75 cm, tinggi= 1,4 m), ketebalan bata tahan api ( castable/ refractory brick) min 7 cm, ketahanan mendapatkan beban temperatur tinggi 1500o C. Gasifier dilengkapi burner (electric plasma torch mempunyai flame temperature sampai 8000 oCelcius), blower berpenggerak motor listrik (3 HP, 1 Phase), siklon (cyclon) pemisah debu kasar, pengendap tar serta filter penyaring debu halus dan asap ( ElectroStatic Precipitator (ESP).  

Kapasitas konversi reaktor Gasifier GS 50 sebesar 50 kg sampah/ jam setara 1,2 ton sampah/ waktu, atau setara lebih 3-5 m3/ waktu. Perolehan hasil pemusnahan tergantung kandungan kalori dari komposisi jenis bahan  bsaya isian (sampah atau biomassa). Semetode umum, setiap kg sampah dan biomassa kering ( kadar air maksimal 80 %) diperoleh 2000 k Kal atau 2,4 juta k Kalori dari setiap 1,2 ton sampah kapasitas gasifikasi GS 50. Perolehan residu (abu, arang atau kerak slag) sebesar 1-4 % setara 50 kg dari setiap 1,2 ton berat materi bsaya isian (bbi). Abu keluaran gasifier ini baik diterapkan materi pembuatan batidako inginpun adonan semen kontruksi.

Di dalam ruang lain gasifier (combustion chamber) terpasang reaktor pirolisis berupa silinder kedap udara ( diameter 20 cm, tinggi= 100 cm) terbuat dari Plat dilengkapi lobang pengumpan (hopper) bijih plastik semetode kontinyu serta pendingin (kondensat) berupa pipa stainless 1 inchi, panjang 2 m. Sistim pirolisis mempunyai kapasitas konversi ( convert capacity) 2,5 kg biji plastik per jam atau 60 kg biji plastik atau setara dgn pengolahan sampah plastik (sebelum pencacahan) 0,1 ton/ waktu jadi 54 liter minyak bakar/ waktu. 
Kelengkapan teknologi dalam Gasifier Sampah TPS 3R Terpadu GS 50 yaitu komposter berkapasitas olah 0,5 ton/ waktu sampah organik berupa Instalasi Produksi Kompos HR 500 serta kapasitas fermentasi 0,15 ton sampah organik/ waktu dalam Instalasi Mini Pembangkit Listrik Biomassa 30616. Penyediaan digester bagi pengolahan materi organik ( air lindi, daun dan sampah tumbuhan), disamping berfungsi meningkatkan efisiensi termal gasifier, juga menghasilkan biogas (CH4) sebagai materi bakar menjalankan generator ( materi bakar biogas). Genset PLTBM ditujukan bagi pemenuhan energi listrik berjalannya pemantik  plasma torch dan blower gasifier inginpun penerangan areal TPS 3R Terpadu.
CARA KERJA
Dengan keberadaan Gasifier Sampah TPST GS 50 di TPST atau Depo Sampah pada kapasitas olah 7,5 m3 setara berat 2,85 ton sampah/ waktu, memadai guna metode konversi memusnahkan sampah di TPS. Dari gerobak atau motor roda tiga, sampah dibongkar (unloading) lalu dilsayakan pengamjikan jenis organik ( degradable atau gampang membusuk) dan plastik (PE, PET). Jenis organik dicacah 1 unit Mesin Pencacah Organik MP 500 (biogas) selanjutnya diumpan ke Instalasi Kompos dan 1 unit digester biogas BD 3.000 L. Sementara, jenis plastik (PE,PET) dicacah dan tercuci pada 1 unit Mesin Pencacah Plastik MPLP 200 diumpan kedalam reaktor pirolisis stainelss  yang terbisa di atas ruang reaktor Gasifier GS 50. Jenis sampah lain ( unrecyle) sisa pemilahan plastik dan organik dimamenyenangin ke reaktorgasifier GS 50 untuk proses pembangkamin gas dan panas (gasifikasi).
Paket teknologi Gasifier Sampah TPS 3R Terpadu GS 50 berkebisaan meningkatkan kegunaan dari sampah atau biomassa berpoin rendah menghasilkan padatan (seperti arang atau kerak slag), cairan (minyak
bakar hasil kondensasi proses pirolisis plastik), biogas (yang dibentuk digester), kompos (keluaran Hand Rotary Kiln) serta, gas permanen syngas (H2, CO) hasil proses gasifikasi. Perolehan materi bakar (minyak bakar, biogas CH4 inginpun syngas diaplikasikan dalam membangkitkan energi panas thermal ( reaktor gasifikasi dan pirolisis) jadikan TPS 3R Terpadu tidak memerlukan materi bakar inginpun listrik PLN atau sanggup berdiri diatas kaki sendiri energi. Gasifikasi, memusnahkan (konversi) semua jenis sampah kota jadi energi bagi pengelolaan daerah pengolahan sampah (TPS) 3R (reuse, reduce, recycle) tanpa memerlukan materi bakar dan listrik PLN atau berlantas dgn sanggup berdiri diatas kaki sendiri energi

Kehadiran paket teknologi Biogas-Pirolisis- Kompos-Gasifikasi (Biophos_koGas) berbasis CDM ( Clean Development Mechanism) lewat penerapan 3 R (Reuse-Reduce-Recycle) akan meBentukkankan pengelolaan sampah perkotaan mencapai sistim produksi higienis (zero wate), hampir tidak mengeluarkan emisi dan tanpa menyisakan residu untuk dibuang ke TPA. Pembuatan rangkaian pipa outlet emisi dari gasifier sebagai sirkuit tertutup ( close circuit), selanjutnya dikondensasi dgn metode dilewatkan serta dijadikan pemanas ( calorie fire) digester, ujung pipa outlet diinjeksikan ke lumpur (slurry) biogas. Injeksi syn gas kedalam lumpur fermentasi biogas akan menaikan mutunya jadi insektisida organik bertambahnya H2S, amoniak dan partikulat. Dengan perolehan minyak bakar, biogas, kompos, bubuk materi batidako dan insektisida organik, terbisa peluang bisnis dari meningkatnya perpersoalanan yang ditimbulkan dari lemahnya pengelolaan sampah kota selama ini (*).    

Analisa Rugi Laba Pengelolaan Sampah di TPS 3R memakai Gasifier GS 50

Masalah Sampah: Gasifikasi, Memusnahkan (Konversi) Sampah Kota Bagi Mandiri Energi TPS 3R
Sumber http://www.peluang-usaha.org