Motivasi Bijak

“Jangan pernah iri hati dengan keberhasilan seseorang; Beban orang itu belum tentu kita sanggup menanggungnya,demikian juga pengorbanan yang ia lakukan. Karena setiap kesuksesan ada harga yang harus dibayarkan. Raihlah kesuksesanmu sendiri, dengan kemampuan dan kerja keras.”
 

“Uang ialah alat yang Yang Mahakuasa berikan kepada kita sebagai bendahara-Nya, untuk dikelola dengan baik sehingga bisa menjadi akses berkat bagi banyak orang. Namun ada orang-orang yang lupa akan statusnya sebagai seorang bendaharanya Yang Mahakuasa sehingga ia malah diperhamba oleh uang dan hawa nafsunya”

“Before you speak, listen.Before you write, think. Before you spend, earn. Before you invest, investigate. Before you criticize, wait. Before you pray, forgive. Before you quit, try. Before you retire, save. Before you die, give”.

“Kebebasan Financial bukan hanya bicara ihwal kelimpahan secara keuangan, namun juga ihwal kebebasan waktu. Aset yang paling berharga dalam hidup ini bukanlah uang atau portfolio Anda, tapi waktu yang Anda miliki. Karena waktu tidak bisa diulang atau diganti, sekali Anda melewatkan momentum yang penting, hal itu tidak akan pernah sanggup diulang kembali. Kaprikornus kalau sebab mengejar uang Anda kehilangan waktu-waktu yang berharga, Anda kalah. Buatlah uang bekerja bagi Anda, dan pergunakanlah waktu-waktu Anda yang berharga untuk hal-hal yang penting dan berarti, itulah kebebasan dan kemerdekaan financial yang sesungguhnya.”

“Orang-orang yang meraih kebesaran, membawa perubahan dan hidupnya berdampak sebab mereka telah menemukan ‘satu hal’ yang menjadi misi kehidupannya, dan dengan disiplin dan kesungguhan hati mewujudkannya. Yesus Kristus mempunyai satu misi, yaitu mati untuk menyelamatkan umat manusia. Martin Luther King Jr, memperlihatkan hidupnya untuk kebebasan dan persamaan hak. Mahatma Gandhi memperjuangkan kebebasan India dengan kesederhanaan dan perlawanan damai. Bunda Theresa menjangkau kehidupan mereka yang terbuang. Mereka ini memperjuangkan apa yang mereka percayai sampai selesai hidupnya. Orang-orang yang meraih kebesaran, hidupnya diberikan untuk sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri, mereka tidak mengejar pengaruh, kekayaan atau kepuasaan pribadi. Tujuan mereka ialah menyentuh kehidupan sebanyak mungkin orang dengan langkah-langkah kecil, dan tindakan faktual hari demi hari. Hari ini, apakah Anda sudah menemukan ‘satu hal’ yang menjadi misi kehidupan Anda? Relakah Anda menukarkan seluruh hidup Anda untuk mewujudkannya? Jawaban Anda akan memilih seberapa besarkah diri Anda”.

“Jika uang ialah objek hidup kita, kita niscaya hidup dalam ketakutan akan kehilangan uang – yang menciptakan kita menjadi paranoid dan curiga. Jika Ketenaran ialah tujuan kita, kita akan menjadi kompetitif, tidak membiarkan orang lain mengalahkan kita – yang menciptakan kita menjadi iri hati. Jika kekuasaan dan imbas menjadi mesin aktivis kita, kita akan menjadi orang yang mementingkan diri sendiri dan memaksakan kehendak – yang menciptakan kita menjadi sombong. Dan kalau harta yang menjadi allah kita, kita menjadi materialistis, tidak pernah merasa cukup – yang menciptakan kita menjadi serakah. Semua pengejaran ini berkebalikan dengan wajah yang puas dan sukacita”.

“Jika Anda memperlihatkan kepada seseorang hasil pekerjaan Anda dan bertanya padanya, “Apa pendapatmu?”, mereka mungkin akan berkata sudah manis sebab tidak ingin menyinggung Anda. Lain kali, daripada bertanya apakah sudah bagus, tanyalah kepada mereka apa yang salah dengan hasil pekerjaanmu. Mereka mungkin akan menyampaikan apa yang tidak ingin Anda dengar, tetapi kemungkinan mereka akan memperlihatkan kritik yang jujur. Kebenaran seringkali menyakitkan, namun untuk jangka panjang hal itu lebih baik daripada sebuah tepukan di bahu Anda atau kebanggaan yang hanya basa-basi.”

“Apapun pekerjaan yang dilakukan seseorang, ada tiga pertanyaan yang harus ditanyakan kepada diri sendiri sebelum semuanya terlambat: Apa yang paling penting dan berarti buat saya? Apa harga yang harus dibayar oleh pasanganku dan anak-anakku untuk saya mencapai kesuksesan dalam karir? Apa harga yang harus dibayar oleh jiwaku? Banyak orang kecanduan dengan pekerjaan, dan hasilnya sama buruknya dengan kecanduan obat bius atau arkohol, ia bisa kehilangan keharmonisan rumah tangganya, kehilangan waktu bersama pasangan dan anak-anak, bahkan bisa kehilangan kesehatan baik secara fisik maupun spiritual. Untuk itu, jawablah ketiga pertanyaan di atas dengan bijaksana. “

Bila anda tak mengasihi pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja disana.Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan pekerjaan pun jadi menggembirakan. Bila anda tak bisa mengasihi rekan-rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk kasar berangkat kerja dan melaksanakan tugas-tugas dengan lebih baik lagi, bila anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke daerah kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menyebabkan tujuan tampak menyenangkan juga. Namun bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda, flora penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela, apa saja.Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda disitu? tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan, cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, kemudian bekerjalah disana. Hidup hanya sekali, tak ada yang lebih indah selain melaksanakan dengan rasa cinta yang tulus.

“Jangan pernah dengarkan kalau seseorang memberitahumu, “Kau tidak bisa melaksanakan sesuatu.” Kau harus bermimpi, kamu harus melindunginya. Orang lain tidak bisa menyampaikan kamu tak bisa melakukannya padamu. Jika kamu mau sesuatu, dapatkan hal itu, titik”.

Semoga Kata-kata bijak diatas sanggup menjadi motivasi positif bagi Anda dan menciptakan Anda menjadi lebih percaya diri lagi. Terima Kasih


Sumber https://hobiakuntansi.blogspot.com/