Halalkan Saja Aku Dulu, Masalah Harta Nanti Kita Minta Sama-Sama Kepada Allah

Begitu mulianya hati seorang wanita yang saat ditanya,” Maukah engkau menjadi halal bagiku, walaupun diriku belum memiliki harta yang banyak dan hidup serba biasa saja?”

“Halalkan saja daku dahulu, masalah harta akan kita mohon sama-sama pada Allah SWT”. MasyaAllah… kata-kata tersebut dapat menjadikan seorang pria makin semangat dalam mengembangkan dirinya agar siap menjadi suami yang bertanggung jawab.

Tetapi sayangnya hanya wanita sholehah saja yang bisa menjawab seperti itu. Hal ini karena seorang perempuan yang lebih cenderung melihat laki-laki berdasarkan hartanya, maka akan berat menjawab seperti itu.

Wanita Sholehah tidak mengutamakan harta dalam mencapai kebahagian hidupnya, tetapi lebih penting seorang yang bertanggung jawab dan berilmu, lebih-lebih dalam ilmu agama. Mereka percaya bahwa harta masih bisa dicari bersama-sama ketika keduanya resmi menjadi pasangan halal di hadapan Allah. Dan keberkahan pun akan menyelamatkan mereka.

Wardah Maulina – Ayo Menikah Muda

#1 – Tak Perlu Khawatir Wahai Para Lelaki Yang Shaleh, Menikah Bukanlah Beban, Tetapi Anugerah Terindah Dari Allah

modal nikah - www.kwiknews.my

modal nikah – www.kwiknews.my

Dan untuk para laki-laki yang shaleh, jangan menjadikan menikah itu sesuatu hal yang sulit, jangan khawatir jika hari ini kamu belum bisa mapan dan mendapat pekerjaan yang sukses.

Sebab, menikah bukan suatu beban ataupun musibah, tetapi menikah adalah anugerah terindah yang dianjurkan Allah untuk hambanya. Niatkanlah menikah itu untuk menyempurnakan separuh agamamu kepada Allah, agar sesuatu yang terlihat sulit menjadi mudah.

#2 – Pekerjaan Tidak Menjadi Alasan Untuk Tak Menyempurnakan Separuh Agamamu, Karena Rezeki 2 Manusia Yang Menikah Telah Dijamin oleh Allah

nikah seadanya - www.suggest-keywords.com

nikah seadanya – www.suggest-keywords.com

Iya kalau memang sudah butuh untuk menikah, maka segeralah untuk menikahi seorang wanita yang shalehah. Pekerjaan bukan alasan untuk tidak menyempurnakan separuh agamamu. Jangan takut kamu tidak bisa menghidupi istri dan anak-anakmu, hanya karena belum mendapat pekerjaan yang mapan.

Sebab, rezeki dua insan yang telah dipercaya untuk membangun rumah tangganya dengan niatan untuk menyempurnakan ibadahnya kejalan Allah, maka Allah telah menjamin rezeki keduanya.
Untuk apa masih ragu-ragu jika Allah telah menjamin kita, karena sesungguhnya dia Adalah Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki.

#3 – Hal yang Penting adalah Kemantapan Hati dan Yakin Bahwa Kamu Dapat Mempertanggung Jawabkan Pernikahan

tanggung jawab pernikahan - life.idntimes.com

tanggung jawab pernikahan – life.idntimes.com

Karena menikah ini pada dasarnya hanya butuh kemantapan hati dan yakin bahwa kamu bisa bertanggung jawab. Tentang harta dan kemapanan bisa dicari bersama sang istri setelah menikah.

Namun presepsi sebagian orang ada yang mengatakan, sukses dulu baru menikah. Agar setelah pernikahan dapat melanjutkan hidup sesuai dengan apa yang diharapkan.

Tetapi perlu kita ketahui sukses itu tak selamanya menjamin kita hidup bahagia. Karena kesuksesan tanpa tanggung jawab dan ilmu tidak akan membawa dampak yang positif bagi kehidupan rumah tangga kita.

#4 – Temukanlah Wanita Shalehah yang Faham Hakikat Menikah Yang Sebenarnya, Sehingga Dia Tak Memandangmu Sebelah Mata

pernikahan bahagia - islamidia.com

pernikahan bahagia – islamidia.com

Wahai Laki-Laki….carilah wanita shalehah yang tahu makna menikah sesungguhnya, sehingga ia tidak memandangmu sebelah mata. Karena wanita yang shalehah tidak akan menolakmu, dengan alasan karena masih belum sukses ataupun belum mempunyai pekerjaan yang mapan.

Sebab, wanita shalehah selalu memandang beberapa hal ini dari seorang laki-laki; Berakhlaq mulia, berilmu, bertanggung jawab, dan bisa menerima segala kekurangan dan kelebihannya.

#5 – Merupakan Fakta Bahwa Keluarga Yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah Bukan Dimulai Dari Bergelimpangnya Harta

keluarga sakinah mawaddah warrahmah - storibriti.com

keluarga sakinah mawaddah warrahmah – storibriti.com

Karena keluarga yang sakinah mawaddah warahmah tidak dimulai dari banyaknya harta ataupun jabatan yang menggelorakan. Tetapi dimulai dari rasa saling bertanggung jawab, saling percaya, saling terbuka, dan saling memahami hak dan kewajibannya masing-masing sebagai pasangan suami dan istri.

Sumber: humairoh.com

Add Comment