Menyiapkan Dana Pendidikan Anak dengan Investasi

Sebelum menentukan jenis investasi pendidikan, sebaiknya orang renta mengetahui lebih dahulu berapa asumsi dana yang dibutuhkan. sebab tak sedikit orang yang membeli produk tanpa memikirkan manfaatnya, bahkan orang renta cenderung membeli produk sebab ditempeli pendidikan di belakangnya. Menurut financial planner, Ligwina Poerwo-Hananto, asumsikan biaya pendidikan per jenjangnya. Jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak sampai Sekolah Menengan Atas asumsikan mengalami inflasi 20% per tahun sedangkan S1, 15%. ‘’Anak ialah tanggung jawab kita. Makara harus betul-betul berhitung berapa kebutuhannya di masa depan dengan menentukan apakah produk ini sesuai dengan kebutuhannya atau tidak,” paparnya.

Menghadapi tingginya kenaikkan biaya sekolah, menciptakan banyak orang renta mempersiapkannya semenjak dini. Menurut beberapa survei, cara yang paling banyak dipilih orang renta ialah mencari Tabungan Pendidikan Anak Terbaik, menyerupai yang dilansir ini:
  • Survei majalah SWA tahun 2012 soal sikap keuangan menengah menemukan kepemilikan tabungan berjangka , jenis tabungan pendidikan, lebih banyak dipakai ketimbang reksadana dan saham yang kepemilikkannya dibawah 10%.
  • Survei harian Kompas tahun 2012 soal persiapan biaya pendidikan menunjukkan hampir 90% orang renta yang di survei menyebut tabungan pendidikan sebagai pilihan mereka.
foto search

Baca juga : 3 Strategi menyiapkan dana pendidikan anak

Pilihan Investasi untuk Pendidikan Anak

Ligwina menyarankan sebetulnya orang renta sebaiknya menyiapkan dana pendidikan semenjak semasa hamil. Bahkan, pasangan yang mengalami kesulitan mempunyai anak juga perlu menyiapkan dana pendidikan sebab usia bertambah, sementara belum tahu kapan akan hamil. Jika hamil di usia lanjut, jangka waktu usia produktif semakin pendek sementara anak masih kecil. Beberapa pilihan investasi untuk menyiapkan dana pendidikan anak :

Asuransi pendidikanSesuai fungsinya, asuransi ialah untuk proteksi. Pemilik asuransi  adalah ayah atau ibu yang menjadi pencari nafkah utama. Pemilik asuransi diharuskan membayar premi dalam jumlah dan waktu tertentu sesuai pilihan. Keuntungannya, pemilik asuransi akan mendapat dana tiap kali putra-putri memasuki jenjang pendidikan baru, SD, SMP, SMA, dan PT. Selain itu dana asuransi akan tetap diberikan bila pemiliknya meninggal dunia dengan tanpa membayar premi lagi.  Sebaliknya dana yang diambil sebelum waktunya akan dikenakan pinalti, diharuskan membayar dalam jumlah tertentu. 

Tabungan Menyimpan dana investasi dalam tabungan boleh jadi paling popular sebab prosesnya mudah, menciptakan rekening di bank dan menyimpan sejumlah dana dengan memperoleh bunga berkisar 1 – 2% dan dipotong pajak 15% sampai 20 % tergantung dari saldo tabungan. Keuntungan dari menabung ialah tidak terikat oleh waktu, Anda sanggup menarik dana kapan saja. Dananya sanggup dipakai untuk uang pangkal, SPP,  les, dan kebutuhan lain yang sifatnya rutin. 

Deposito Hampir sama dengan menabung, deposito ialah menyimpan uang di bank, tapi bunganya lebih besar yaitu sekitar 6% per tahun. Hanya saja bank mensyaratkan jumlah minimal untuk sanggup membuka deposito yaitu Rp  8.000.000. Anda tak sanggup mengambil uang kapan saja menyerupai tabungan. Uang yang didepositokan tak sanggup ditarik untuk jangka waktu tertentu, 1 bulan, 3 bulan atau 1 tahun. Dana deposito sanggup dipakai untuk kebutuhan jangka pendek menyerupai uang les.

Properti Membeli tanah atau rumah. Dua jenis investasi ini balasannya cukup besar, meski gres sanggup dinikmati dalam waktu panjang. Anda sanggup membeli properti dengan perhitungan akan menjualnya 7 atau 10 tahun mendatang dikala harganya sudah tinggi. Artinya properti itu dibeli ketika anak masih kecil dan direncanakan untuk masuk PT. Bisa juga dengan menyewakan properti tersebut. Hasil sewanya sanggup dipakai untuk biaya pendidikan bulanan. Yang perlu diingat ialah menjual properti butuh waktu, sulit terjual dalam waktu 2 hari.

Reksadana Investasi yang uangnya dikelola oleh sebuah perusahaan administrasi investasi. Laporan perkembangan reksadana akan dikirim setiap satu atau beberapa bulan sekali.
Reksadana ada beberapa jenis, jadi sanggup dipakai secara bersiklus sesuai dengan jangka waktu jenjang pendidikan tiap anak. Reksadana sanggup dipakai untuk melawan inflasi pendidikan yang tinggi. Reksadana juga sanggup dibeli kapan saja dan dicairkan kapan saja sesuai ketentuan yang berlaku di prospektus. Reksadana ini produk yang teregulasi dengan sangat baik oleh Bapepam-LK sehingga para pihak yang terlibat sanggup mempertanggungjawabkan tindakannya. Setiap jenis reksadana mempunyai risiko dan hasil investasi yang berbeda-beda. Jenis  reksadana  antara lain,  pasar uang, pendapatan tetap, saham. Ada juga reksadana terproteksi dan reksadana penyertaan terbatas.

Baca juga : Cara menyiapkan dana darurat

sumber :ayahbunda.co.id
————————————————————————–

Share ya… agar bermanfaat..


Sumber http://www.ekonomiplanner.com