MENAFSIRKAN PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI

Sebelum memahami wacana akuntansi lebih mendalam maka perlu dikuasai dahulu persamaan dasar akuntansi.


Konsep persamaan dasar akuntansi merupakan cikal bakal proses dalam akuntansi yang menerapkan sistem berpasangan (double entry). Persamaan dasar akuntansi menandakan hubungan antara aktiva, kewajiban, dan modal. Adapun bentuk persamaan dasar akuntansi yaitu sebagai berikut:

Bentuk persamaan dasar akuntansi

Bentuk persamaan AKTIVA = MODAL

Dalam persamaan ini hanya terdapat dua elemen persamaan yaitu aktiva dan modal. Aktiva yaitu segala kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan sedangkan modal yaitu sumber kekayaan perusahaan yang berasal dari pemilik perusahaan. Dengan demikian persamaan Aktiva (harta) = Modal mempunyai arti bahwa kekayaan yang dimiliki perusahaan semuanya bersumber dari pemilik perusahaan.

Persamaan AKTIVA = UTANG + MODAL

Dalam persamaan ini terdapat tiga elemen persamaan yaitu aktiva, utang dan modal. Persamaan ini bermakna bahwa kekayaan yang dimiliki perusahaan berasal dari dua sumber yaitu sumber yang pertama yaitu dari pihak lain (kreditur) dalam hal ini berbentuk Hutang sedangkan sumber yang kedua yaitu pemilik perusahaan dalam hal ini berbentuk modal. Persamaan dasar akuntansi yang telah menyajikan tiga elemen ini merupakan persamaan yang sempurna, artinya didalam persamaan ini telah memuat seluruh kekayaan perusahaan dan seluruh sumber kekayaan perusahaan yaitu bersumber dari Hutang dan Modal.

Persamaan Akuntansi dalam bentuk Aktiva = Hutang + Modal sanggup dikembangkan lagi menjadi bentuk AKTIVA = UTANG + MODAL + (PENDAPATAN – BEBAN)

Persamaan AKTIVA = UTANG+MODAL+(PENDAPATAN-BEBAN)


Dalam pengembangan ini terlihat dua elemen pelengkap yaitu pendapatan dan beban. Elemen pendapatan dan beban menandakan laba-atau rugi perusahaan dalam periode tertentu. Dengan kata lain Sumber kekayaan perusahaan bertambah yaitu keuntungan atau keuntungan yang diperoleh dalam periode tertentu. Namun apabila terjadi kerugian maka yang terjadi yaitu sebaliknya yaitu kerugian akan mengurangi kekayaan perusahaan. Selain pengembangan diatas masih ada pengembangan lain yaitu apabila terjadi prive dalam periode tertentu sehingga persamaan dasar akuntansi menjadi AKTIVA = UTANG + (MODAL-PRIVE) + (PENDAPATAN – BEBAN).

Persamaan dasar akuntansi ibarat yang telah dijelaskan di atas akan mempengaruhi setiap transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan, Pengaruh tersebut minimal terjadi pada dua akun. Macam-macam imbas contohnya dalam transaksi penerimaan pendapatan akan mempengaruhi akun kas (menambah kas) dan akun modal (menambah modal), dalam transaksi pembayaran honor akan mempengaruhi akun kas (mengurangi kas) dan modal (mengurangi modal). Untuk memperjelas pemahaman wacana persamaan dasar akuntansi silahkan pahami ilustrasi berikut ini:

Ilustrasi pencatatan transaksi ke daftar persamaan akuntansi

Pada tanggal 1 januari 2013 Pak Solikhin mendirikan sebuah jasa servis elektro yang diberi nama likhin servis. Untuk modal awalnya pak solikhin menyetorkan uang kas sebesar Rp 5000.000.

Pada tanggal 15 Januari 2013 Pak Solikhin membeli peralatan elektro untuk keperluan usahanya seharga Rp 300.000 dibayar per kas Rp200.000 sedangkan sisanya dibayar satu ahad yang akan datang.

Pada tanggal 20 diterima jasa servise televisi dan sound system sebesar Rp 500.000

Pada tanggal 30 Januari dibayar beban listrik sebesar Rp 50.000

Berdasarkan ilustrasi di atas buatlah pencatatan dalam persamaan dasar akuntansi!

Penjelasan langkah penyusunan daftar persamaan dasar akuntansi

Langkah awal untuk menciptakan pencatatan ke dalam persamaan dasar akuntansi yaitu menganalisis bukti transaksi atas transaksi yang dilakukan. Bagaimana cara menganalisisnya? Cara untuk menganalisi transaksi ada dua tahap yang pertama yaitu Menentukan akun-akun yang muncul dari transaksi tersebut, langkah kedua yaitu memilih pengaruhnya terhadap harta, utang dan modal. imbas sanggup menambah atau mengurangi.

Berdasarkan transaksi di atas maka sanggup dilakukan analisis sebagai berikut:
Tanggal 1 Januari 2013
Analisis yang sanggup dilakukan untuk transaksi tanggal 1 Januari yaitu sebagai berikut:

Langkah 1 Menentukan akun-akun yang timbul atau akun-akun yan terlibat dalam transaksi.
Dalam transaksi penyetoran modal oleh pak solikhin dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 5000.000, maka akun yang terlibat yaitu akun kas dan akun Modal.

Langkah 2 Menentukan pengaruhnya terhadap Harta, Utang dan Modal.
Dalam transaksi tanggal 1 maka sanggup diketahui bahwa Kas dan modal yang dimiliki perusahaan servis milik pak solikhin bertambah. Akun kas bertambah akhir adanya uang tunai yang disetorkan ke dalam perusahaan oleh pemilik, Sedangkan modal bertambah alasannya yaitu uang yang disetorkan tersebut sebagai modal awal usaha. Dengan demikian pada satu sisi harta bertambah berupa kas Rp 5000.000 dan diimbangi dengan akun modal Rp 5000.000 sehingga imbas transaksi terhadap persamaan akuntansi yaitu terjadinya perubahan antara harta dan modal.

Tanggal 15 Januari 2013
Analisis yang sanggup dilakukan untuk transaksi tanggal 15 Januari yaitu sebagai berikut:
Langkah 1 Menentukan akun-akun yang timbul atau akun-akun yan terlibat dalam transaksi.
Dalam transaksi Pembelian peralatan elektonika yang dilakukan sebagian secara tunai dan sebagian kredit, maka akun yang muncul atau terlibat yaitu akun peralatan, akun kas dan akun Hutang usaha.

Langkah 2 Menentukan pengaruhnya terhadap Harta, Utang dan Modal.
Dalam transaksi tanggal 15 maka sanggup diketahui bahwa akun peralatan bertambah dikarenakan telah dilakukan pembelian, akun Kas berkurang dikarenakan telah dipakai untuk membeli peralatan elektonika seharga dan akun Hutang bertambah alasannya yaitu sebagian pembelian peralatan dilakukan secara kredit. Peralatan bertambah Rp 300.000 dan kas berkurang Rp 200.000 dan utang bertambah Rp 100.000. Dengan demikian imbas transaksi terhadap persamaan akuntansi, yaitu Harta bertambah berupa peralatan Rp 300.000 dan harta berkurang berupa kas Rp 200.000 diimbangi dengan bertambahnya utang Rp 100.000

Tanggal 20 Januari 2013
Analisis yang sanggup dilakukan untuk transaksi tanggal 20 Januari yaitu sebagai berikut:

Langkah 1 Menentukan akun-akun yang timbul atau akun-akun yan terlibat dalam transaksi.
Dalam transaksi Penerimaan pendapatan jasa servise per kas dari pelanggan sebasar Rp 500.000, maka sanggup diketahui bahwa akun yang muncul yaitu akun kas dan akun pendapatan jasa.

Langkah 2 Menentukan pengaruhnya terhadap Harta, Utang dan Modal.
Dalam transaksi tanggal 20 maka sanggup diketahui bahwa Kas dan Pendapatan yang dimiliki perusahaan servis milik pak solikhin bertambah. Akun kas bertambah akhir adanya uang tunai yang diterima pak solikhin dari pelangganya atas jasa servis yang diberikannya, sedangkan akun pendapatan bertambah alasannya yaitu uang kas yang diterima oleh pak solihin atas dukungan jasa servise diakui sebagai pendapatan jasa. Dengan demikian pada satu sisi harta bertambah berupa kas Rp 500.000 dan diimbangi dengan bertambahnya akun pendapatan jasa sebesar Rp 500.000, alasannya yaitu penambahan pendapatan yaitu akun yang mempunyai imbas menambah modal sehingga imbas transaksi tanggal 20 terhadap persamaan akuntansi yaitu terjadinya perubahan antara harta dan modal.

Tanggal 30 Januari 2013

Analisis yang sanggup dilakukan untuk transaksi tanggal 30 Januari yaitu sebagai berikut:

Langkah 1 Menentukan akun-akun yang timbul atau akun-akun yan terlibat dalam transaksi.
Dalam transaksi pembayaran beban listrik sebesar Rp 50.000 yang dilakukan jasa servis milik pak solihin, sanggup diketahui akun yang muncul yaitu akun beban listrik dan akun kas.

Langkah 2 Menentukan pengaruhnya terhadap Harta, Utang dan Modal.
Dalam transaksi tanggal 30 maka sanggup diketahui bahwa Beban dalam hal ini beban listrik bertambah sedangkan akun kas berkurang. Akun kas Berkurang sebesar Rp 50.000 dikarenakan telah dipakai untuk membayar beban listrik sedangkan beban listrik bertambah sebesar Rp 50.000 hal ini akhir dari adanya tagihan listrik yang menjadi tanggungan jasa servis milik pak solihin selama bulan januari. Dengan demikian pada satu sisi harta berkurang berupa kas sebesar Rp 50.000 dan diimbangi dengan bertambahnya akun beban listrik Rp 50.000, alasannya yaitu penambahan beban listrik yaitu akun yang mempunyai imbas mengurangi modal sehingga imbas transaksi tanggal 30 terhadap persamaan akuntansi yaitu terjadinya perubahan antara harta dan modal.

Contoh Daftar persamaan dasar akuntansi

Berdasarkan analisis di atas maka transaksi selama bulan januari 2013 pada jasa servis Likhin sanggup dicatat ke dalam bentuk persamaan dasar akuntansi sebagian berikut ini:

lebih mendalam maka perlu dikuasai dahulu  MENAFSIRKAN PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI

Dalam Bentuk persamaan dasar akuntansi ibarat yang ada di atas, sanggup terlihat saldo setiap terjadi transaksi hal ini alasannya yaitu setiap kali terjadi transaksi akan pribadi dijumlahkan atau dikurangkan dengan saldo sebelumnya. Saldo total persamaan dasar akuntansi harus menandakan jumlah total saldo aktiva dan pasiva yang sama atau balance, apabila jumlahnya tidak sama maka persamaan dasar akuntansi yang dibentuk atau disusun masih kurang tepat.

Setelah memahami penafsiran persamaan dasar akuntansi, maka untuk merampungkan pemahaman wacana persamaan dasar akuntansi silahkan latihan untuk mengerjakan soal-soal wacana persamaan dasar akuntansi secara mandiri, sebagai pemantapan bagi saudara untuk memahami persamaan dasar akuntansi silahkan pahami artikel wacana proses pencatatan transaksi ke dalam daftar persamaan dasar akuntansi. Demikianlah pembahasan wacana Persamaan dasar akuntansi dalam blog akuntansi pendidik agar bermanfaat bagi saudara dalam memahami konsep akuntansi.
Sumber http://www.akuntansipendidik.com/