KURIKULUM 2013, SUATU PROSES PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

Kurikulum 2013 –Negara indonesia untuk kesekian kalinya merombak sistem dalam pendidikannya.

Perombakan yang dilakukan negara indonesia tersebut bertujuan untuk menemukan suatu sistem pendidikan yang sanggup membekali generasi  bangsa biar menjadi manusia yang cerdas dan berkarakter.

Perubahan apa yang terjadi untuk mewujudkan tujuan tersebut? Perubahan tersebut terjadi pada kurikulum yang dinamakan kurikulum 2013.


Kurikulum 2013 yakni hasil penyempurnaan atau keberlanjutan kelengkapan dari kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Kurikulum 2013 berlandaskan pada lima langkah utama dengan basis scientific, yang terdiri dari; tindakan mengamati, kegiatan bertanya, kegiatan menalar, berani mencoba, dan berusaha mengomunikasikan hasil.

Dengan langkah-langkah tersebut maka siswa dituntut biar lebih aktif dan komunikatif terhadap guru. Kurikulum 2013 mempunyai sistem penilaian dan pembelajaran yang yang diduga diadopsi dari negara lain yaitu negara Finlandia.

Benarkah kurikulum 2013 hasil adopsi dari finlandia?

Negara indonesia untuk kesekian kalinya merombak sistem dalam pendidikannya KURIKULUM 2013, SUATU PROSES PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

Sebenarnya entah dari negara A atau negara B atau dari beberapa negara, dalam penyusunan suatu kurikulum yang akan diimplementasikan dalam pendidikan disuatu negara wajar-wajar saja  memakai beberapa sumber atau referensi. Namun kurikulum yang disusun sebaiknya harus sesuai dengan kondisi masyarakat negara penyusun kurikulum 2013 (indonesia)

Dalam kaitannya dengan pengadopsian kurikulum 2013 yang diduga dari finlandia, Andreas Tambah selaku Sekjen Komnas Pendidikan meyakini bahwa Kurikulum 2013 mengadopsi dari negara Finlandia, hal tersebut menurut atas pernyataan Muhammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ) ketika mengakatakan bahu-membahu kurikulum 2013 merupakan hasil adopsi dari negara lain. Setelah diadakan penelusuran ternyata diketahui bahwa negara yang dimaksud bapak menteri M. Nuh dalam penyusunan kurikulum tersebut yakni negara Finlandia.

Dalam kurikulum 2013 guru mempunyai wewenang penuh terkait sistem penilaian dalam pembelajaran yang dilaksanakannya.

Dengan demikian diperlukan guru profesional yang bisa menjalankan tugasnya khusunya dalam sistem penilai hasil mencar ilmu siswa serta memahami kurikulum gres tersebut dengan baik.

Untuk mengatasi penambahan jumlah guru profesional yang ketika ini masih kurang maka kementrian pendidikan  menyusun aktivitas ataupun taktik terkait untuk mencetak guru profesional yang bisa mengemban amanat dalam meningkatkan pendidikan dengan baik,

salah satu programnya yakni aktivitas SM3T yang dilanjutkan PPG SM3T, sehingga dengan aktivitas ini akan meningkatkan mutu atau kualitas guru diindonesia.

Telah tercatat lulusan PPG SM3T yang telah diwisuda dan menjandang gelar guru (Gr) profesional  hingga dengan 2014 ada sekitar 3000. Semoga taktik , aktivitas khususnya penyusunan dan implementasi kurikulum 2013 menjadikan  pendidikan diindonesia semakin meningkat kualitasnya
Sumber http://www.akuntansipendidik.com/