Kelebihan dan Kekurangan Kuesioner Sebagai Alat Pengumpul Data Penelitian

Kuesioner atau sering juga dikenal dengan istilah angket merupakan salah satu instrumen pengumpul data paling terkenal yang dipakai dalam penelitian pendidikan maupun sosial. Di dalam kuesioner terdapat beberapa pertanyaan atau pernyataan yang berafiliasi dekat dengan permasalahan penelitian yang hendak dipecahkan.
Kuesioner tersebut disusun sedemikian rupa kemudian disebarkan kepada responden untuk memperoleh banyak sekali informasi di lapangan. Dalam penelitian kuantitatif, kuesioner merupakan instrumen yang paling sering digunakan, sebab kuesioner mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan alat pengumpul data yang lain. Menurut Sukardi (2012) beberapa kelebihan kuesioner yaitu sebagai berikut:
  1. Dapat mengungkapkan pendapat atau tanggapan seseorang baik secara individual maupun kelompok terhadap permasalahan
  2. Dapat disebarkan untuk responden yang berjumlah besar dengan waktu yang relatif singkat
  3. Tetap terjaganya objektivitas responden dari imbas luar terhadap satu permasalahan yang diteliti
  4. Tetap terjaganya kerahasiaan responden untuk menjawab sesuai dengan pendapat pribadi
  5. Karena diformat dalam bentuk surat, maka biaya lebih murah
  6. Penggunaan waktu yang relatif fleksibel sesuai dengan waktu yang telah diberikan peneliti
  7. Dapat menjaring informasi dalam skala luas dengan waktu yang cepat.
Disamping mempunyai beberapa keunggulan tersebut, kuesioner juga mempunyai beberapa kelemahan yang bila tidak diperhatikan oleh peneliti sanggup menimbulkan kegagalan dalam mencari informasi yang diperlukan. Menurut Sukardi (2012) beberapa kelemahan kuesioner tersebut yaitu sebagai berikut:
  1. Peneliti tidak sanggup melihat reaksi responden dikala menunjukkan informasi melalui isian kuesioner
  2. Responden tidak menunjukkan balasan dalam waktu yang telah ditentukan
  3. Responden menunjukkan balasan secara asal-asalan
  4. Kembalinya kuesioner tergantung pada kesadaran responden dalam menjawab dan mengantar lewat kantor pos.
Lebih lanjut Sukardi (2012) menjelaskan bahwa untuk memperoleh tingkat pengembalian kuesioner yang tinggi, peneliti hendaknya merencanakan taktik yang sempurna untuk meningkatkan pengembalian kuesioner. Cara meningkatkan tingkat pengembalian ini ada bermacam-macam, diantaranya termasuk:
  1. Mengatur pengiriman kembali segera sehabis permohonan selesai dijawab sebelum waktu berakhir
  2. Menggunakan jasa ajun dalam mendistribusikan dan mengambil balasan kuesioner
  3. Menggunakan kiat yang menarik dan menguntungkan bagi para responden yang telah mengembalikan kuesioner jawaban. Cara tersebut contohnya dengan menunjukkan hadiah atau cindera mata, atau dengan undian dan hadiah menarik untuk responden yang telah mengirimkan jawabannya.
Referensi:
Sukardi. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.


Sumber http://www.pendidikanekonomi.com/