Jual Petuah Bijak dan Kisah Inspiratif Ulama Salaf dan Nusantara (Seri 3)

Petuah Bijak dan Kisah Inspiratif Ulama Salaf dan Nusantara (Seri 3)

Oleh: A. Yasin Muchtarom

Penerbit: An-Najma & Lirboyo Press

Harga: Rp. 30.000,-

Sambil menangis Mbah Manab berkata, “Ya Tuhan Gusti. Yang saya cari bukan ini gusti. Jangan-jangan ilmuku hanya diganti dengan uang ini. Bukan ini yang saya cari. Namun bila ini merupakan rejeki saya, janganlah merupakan ganti dari ilmu saya. Jangan merupakan ganti dari saya mengajarkan ilmu. Saya ikhlas.” (Halaman 39)

Kiai As’ad dengan tegas menyatakan, “Meskipun malaikat jibril turun dari langit untuk memaksakan saya, saya niscaya akan menolak. Yang pantas itu Kiai Mahrus Ali”
Kiai Mahrus Ali pun bereaksi ketika namanya disebut Kiai As’ad, “Jangankan malaikat Jibril, kalaupun malaikat Izrail turun dan memaksa saya, saya tetap tidak bersedial”. Akhirnya musyawarah ulama tetapkan Rais Am PBNU yaitu Kiai Ali Maksum yang ketika itu tidak hadir. (Halaman 41)

Abu Haitsam mendekati Imam Ahmad dan berkata, “Wahai imam Ahmad, saya yaitu seorang pencuri. Aku pernah dipukul 18 ribu cambukan semoga mau mengakui perbuatanku. Namun saya tidak pernah mengaku, padahal saya sadar bahwa saya dalam posisi salah. Jangan hingga anda merubah pendirian sebab cambukan, sedangkan anda dalam kebenaran.” (Halaman 14)


Sumber http://toko-buku-albarokah.blogspot.com