Jual Cahaya Penerang Jiwa; Terjemah Risalah ASWAJA Karya KH Hasyim Asy’ari

Cahaya Penerang Jiwa

Terjemah Risalah ASWAJA Karya KH Hasyim Asy’ari

Penerbit: Pustaka Tebuireng

Harga: Rp. 32.000,-

“Pada mulanya umat Islam di tanah Jawa menganut paham dan mazhab yang sama. Mereka mempunyai referensi dan sumber yang sama. Dalam bidang fikih mereka semua mengikuti mazhab yang sangat mulia, yaitu Mazhab Imam Muhammad bin Idris (as Syafi’i). Dalam bidang ushuluddin mereka mengikuti Mazhab Imam Abul Hasan as Asy’ari. Dan dalam bidang tasawuf mereka mengikuti Mazhab Imam al Ghazali dan Imam Abul Hasan as Syadzili. Mudahan-mudahan Tuhan SWT berkenan meridhoi mereka semua.

Kemudian pada tahun 1330 H muncul bermacam-macam kelompok dengan paham yang berlawanan, pendapat yang berseberangan dan orang-orang yang berselisih paham. Ada kelompok salafiyah (pro generasi salaf) yang setia memegang teguh tradisi para pendahulu mereka. Mereka mengikuti mazhab tertentu, memegang teguh kitab-kitab mu’tabaroh yang beredar luas di tengah masyarakat, mengasihi ahlul bait, para wali dan orang-orang salih, mengharap berkah melalui mereka, baik semasa hidup maupun sesudah mereka meninggal dunia, berziarah kubur, mentalqin mayit, berzakat untuk orang yang sudah meninggal dunia, meyakini adanya syafaat, mengakui adanya manfaat doa dan towassul, dan lain-lain.

Ada kelompok yang mengikuti pendapat Muhammad Abduh dan Rosyid Ridho yang mengadopsi sebagian bid’ah yang dibentuk oleh Muhammad bin Abdul Wahhab an Najdi, Ahmad Ibnu Taimiyah dan kedua muridnya, Ibnul Qoyyim dan Ibnu Abdul Hadi. Mereka mengharamkan apa yang disepakati oleh kaum muslimin sebagai sesuatu yang dianjurkan (mandub), yaitu berziarah ke makam Rasulullah SAW. Kelompok ini berseberangan dengan kaum muslimin lainnya perihal problem tersebut dan beberapa problem lainnya.”

“Kitab ini ialah hujjah. argumen. penjelasan. dan paparan yang dapat
mendatangkan kemuliaan dan keselamatan bagi kaum muslimin. Sebab.
dalam kitab ini penulisnya telah merumuskan akidah-akidah yang shohih
ala Ahlussunnah Wal Jama’ah.”
-KH, M. Ishom Hadzik, cucu Pendiri NU, Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari

BACA LANJUTAN:  Jual Bolehkah Kita Merayakan Maulid Nabi ?


Sumber http://toko-buku-albarokah.blogspot.com