Ini Apakah Menyusui untuk Setiap Bulan, Jika Istri Tidak Diusulkan, Suami Suami Terbesar !!

Posted on

1. Dalam penyediaan mata pencaharian, suami harus memberikan prioritas kepada istri dan anak-anak orang lain (termasuk orang tua).

a) Harga diri

b) Istri

c) Anak-anak

e) Ibu

f) Cucu

g) Datuk

h) Saudara

Urutan ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW. yang menegaskan; "Mulailah dengan diri sendiri, beri sedekah untuk dirimu sendiri. Jika ada kelebihan, maka untuk istri Anda. Jika ada kelebihan, maka untuk anggota keluarga Anda. Jika ada kelebihan, maka untuk ini dan begitu; untuk orang-orang di depan Anda, di sebelah kanan dan kiri Anda "(Sejarah Imam Muslim dan an-Nasai dari Jabir r.a .. al-Jami 'as-Saghier, hadits nomor 46).

Kata Imam An-Nawawi mengomentari hadis ini; Di antara kesimpulan hadis ini adalah; haruskah penyediaan mata pencaharian dimulai dengan urutan seperti itu (dalam hadits). (Syarah Soheh Muslim, juz 7, Kitab az-zakat, bab al-Ibtida 'Fi an-Nafaqah Bin-Nafsi Tsumma Ahlihi Tsumma al-Qarabah).

Perlu juga disebutkan di sini bahwa pemeliharaan istri wajib diberikan oleh suami meski istrinya kaya dan tinggal. Seorang suami yang gagal memberikan istrinya penghasilan yang sesuai – mengikuti kemampuannya – dia dianggap berhutang budi kepada istrinya kecuali jika istrinya menghapuskan haknya atas kehendaknya sendiri. Demikian juga, istri dapat mengklaim fasakh atas kegagalan suaminya untuk mencari nafkah.

Sedangkan untuk pemeliharaan orang selain istrinya, itu tidak wajib tapi memenuhi dua syarat;

a) Mereka miskin, memiliki dan tidak memiliki sumber pendapatan. Jika mereka memiliki properti atau memiliki sumber pendapatan sendiri, tidak wajib bagi mereka untuk mendukungnya. Tapi dorong dia untuk terus memberikannya kepada mereka untuk menjaga cinta dan pertemanan.

b) Memiliki kemampuan untuk menanggungnya; baik dengan propertinya maupun dengan sumber pemasukannya. Kemampuan ini termasuk biaya remunerasi untuk diri sendiri dan istri Anda. Jika ada kelebihan (setelah ditolak keharusan menjadi istri dan istri), maka wajib untuk mendukung anggota keluarga lainnya.

Mengacu pada pertanyaan di atas, tidak ada suami yang harus mengabaikan istri dan anak-anaknya karena alasan ingin membantu orang tua di desa karena memberi isteri dan anak adalah wajib. Jika orang tua sejati membutuhkan penghidupan dari mereka, mereka harus meninggalkan mereka tanpa mengabaikan istri dan anak mereka. Dan jika bisa menampung semuanya. Jika tidak, biarkan dia mengurus istri dan anak-anaknya.

Wallahu a'lam.

[1945909]

Referensi;

1. Syarah Soheh Muslim, Imam an-Nawawi.

Sumber: Pengadilan Syariah Sahabat


2. Manar as-Sabil, Ibnu Dhuyan

Sumber= http://sehinggit.blogspot.com/2017/10/ini-nafkah-yang-sepatutnya-suami-bagi.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *