Hukum Pelecehan Anak Terluka Anak

Posted on

Saya ingin bertanya tentang hukum pelecehan anak yang sangat ekstrem sehingga anak tersebut terluka sementara anak hanya melakukan kesalahan kecil dan tidak layak dihukum seperti itu.

Jawaban :

Alhamdulillah, semua pujian dan ucapan terima kasih kami kepada Tuhan S.W.T. Salat dan salam diucapkan kepada Nabi Muhammad SAW, istri dan keluarganya, para sahabat, lalu orang-orang yang mengikuti jejaknya sampai pada hari kiamat.

Merupakan tanggung jawab dan tanggung jawab setiap orang tua Muslim Muslim untuk mendidik anak-anak mereka. Pendidikan untuk anak-anak terjadi dalam artian mengemis untuk berbuat baik dan melarang melakukan perbuatan jahat. Di antara contoh hukum yang memerintahkan orang tua untuk mendidik anak-anak mereka didasarkan pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah ibn 'Amru ibn al-Ash R.anh bahwa Rasulullah saw bersabda:

[1945906] [1945902] مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع سنين واضربوهم عليها وهم أبناء عشر سنين وفرقوا بينهم في المضاجع

Arti: Perintahkan anak-anak Anda untuk sholat ketika mereka berusia tujuh tahun tahun. Dan stroke mereka jika mereka berdoa ketika mereka berusia sepuluh tahun dan memisahkan mereka dari tempat tidur Anda .

Sejarah Abu Daud (495)

Dalam hadis di atas, tatanan syarak ditujukan kepada orang tua untuk memberikan pendidikan anak-anak mereka, terutama dalam melakukan sholat. Zahir hadis di atas adalah bahwa kedua orang tua mungkin bisa mengalahkan anak-anak mereka jika anak-anak meninggalkan sholat selama usia sepuluh tahun.

Imam al-Nawawi Rahimahullah meriwayatkan hadits ini saat dia mengomentari pemilik buku al-Muhazzab yang mengatakan: melakukan sholat kecuali anak-anak. Ini karena anak-anak diperintahkan (oleh orang tua) untuk sholat saat mereka berusia tujuh tahun, dan dipukuli jika mereka meninggalkannya saat mereka berusia sepuluh tahun.

Dia kemudian mengutip kata-kata Imam al-Syafie Rahimahullah yang mengatakan: Adalah tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak-anak mereka, dan untuk mengajarkan pengetahuan yang terkait taharah doa, dan memukul anak-anak mereka jika mereka meninggalkan mereka saat mereka sadar (mumayyiz). Demikian juga Imam al-Rafi'e Rahimahullah mengatakan: Adalah wajib bagi orang tua untuk mengajar anak-anak mereka tentang taharah sholat, dan syariah saat anak-anak mereka berusia tujuh tahun dan memukul anak-anak jika mereka meninggalkan mereka setelah mereka berusia sepuluh tahun. Lihat Al-Majmu 'Syarah al-Muhazzab, Al-Nawawi (3/11) .

Metode Mendidik Anak

Berkenaan dengan metode pendidikan untuk anak-anak, ada beberapa cara orang tua dapat melakukannya untuk anak-anak setelah mendapat nasihat dengan lidah. , dicela dengan lembut, dan dengan kata lain dua dari cara berikut:

Pertama : Merotan.

Kedua : Hit

Hal yang paling mendasar yang harus kita pahami adalah bahwa konsep penghancuran dan pukulan terhadap anak-anak dalam Islam lebih pada proses pendidikan dan pembentukan perilaku, dihukum Oleh karena itu, hukum Islam menempatkan beberapa dhawabit (kriteria) dalam menjalankan kedua proses tersebut. Kami meringkas ini sebagai berikut:

  • Dalam mantra anak-anak, stroke tidak bisa dilakukan lebih dari 10 kali. Hal ini didasarkan pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abi Burdah al-Ansari R.anh bahwa Nabi saw. Bersabda:

لا يجلد فوق عشرة أسواط إلا في حد من حدود الله

Arti: Tidak diliputi satu lebih dari sepuluh cambukan kecuali atas hukuman hudud Allah SWT

Sejarah al-Bukhari (6456)

  • Rotan harus dengan maksud untuk mendidik anak-anak dan juga membentuk kepribadian mulia di dalamnya daripada menghukum anak-anak dan melukai mereka.
  • Terhadap kekalahan, orang tua dilarang menembaki wajah anak-anak. Hal ini karena ada larangan terhadap Nabi dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah anh bahwa dia berkata:

إذا قاتل أحدكم أخاه فليجتنب الوجه

Arti: Ketika salah satu dari kalian bertengkar maka biarkan dia menjauh dari wajah .

Sejarah Muslim (2612)

Itu karena, wajah seseorang adalah tempat yang lembut dan menyatukan keseluruhan keindahan. Bagian anggota juga lembut dan bisa rusak saat dipukuli.

  • Beat juga tidak dapat menyebabkan kerusakan dan kerusakan pada tubuh anak-anak. Seperti yang kita nyatakan, tujuan dipukuli adalah ta'dibi (memberi pendidikan) dan bukan ta'qibi (memberikan hukuman dan penyiksaan).

Kesimpulan

Sebagai penutup, kami menyatakan bahwa pukulan anak-anak secara ekstrem dan menyebabkan luka adalah ilegal. Ini karena Islam menolak segala bentuk kekerasan bahkan dalam masalah kebaikan dan melarang tindakan berbahaya. Ketahuilah bahwa anak-anak adalah kepercayaan dari Tuhan S.W.T agar terdidik dan berpendidikan sebaik mungkin oleh orang tua dan setiap orang tua akan dipertanyakan di akhirat untuk apa yang telah mereka lakukan terhadap anak-anak mereka. Untuk mendidik, bukan hanya untuk meludah atau memukul. Sebaliknya, lakukan perpaduan antara al-Targhib (memberi dorongan atau dorongan) serta al-Tarhib (peringatan dan ancaman) dalam perkembangan pribadi anak-anak. Semoga Tuhan S.W.T memberi kita pemahaman dalam agama dan kebijaksanaan dalam setiap tindakan yang dilakukan. Ameen.

Sumber: muftiwp

pemuatan …

Sumber= http://www.islamituindah.com.my/2017/10/hukum-merotan-anak-sehingga-cedera.html