Fungsi Akuntansi di Perusahaan

Akuntansi Perusahaan Kegiatan Perusahaan – Pada tahap awal pembentukan perusahaan akan memakai modal yang diterima dari pemilik untuk alokasi pembelian aktiva produksi, contohnya membeli tanah dan gedung daerah usaha, membeli mesin produksi, membeli peralatan kantor, membeli sejumlah persediaan, dan lain-lain. Apabila dana yang diterima dari pemilik masih kurang, maka perusahaan akan melaksanakan upaya untuk meminjam dari kreditor (misalnya dari bank) untuk membiayai aktiva produksinya tersebut. Di samping aktiva produksi, untuk menghasilkan barang atau jasa, perusahaan juga memerlukan pengorbanan lainnya, contohnya tenaga kerja, atau jasa pihak ketiga lainnya. Pengorbanan ini akan menimbulkan beban bagi perusahaan. Hasil produksi atau barang dan jasa yang dijual pada kesannya akan diterima dalam bentuk uang tunai, yang lalu sebagian diputarkan kembali untuk membeli modal kerja, dan sebagian lagi untuk melunasi kewajiban kepada kreditor pemilik dalam bentuk laba.

Fungsi Akuntansi di Perusahaan

Akuntansi yaitu seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan acara keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”. Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat semoga sanggup dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, menyerupai pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan yaitu suatu cabang dari akuntansi dimana isu keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, yaitu suatu proses dimana pemeriksa independen mengusut laporan keuangan suatu organisasi untuk memperlihatkan suatu pendapat atau opini – yang masuk nalar tapi tak dijamin sepenuhnya-mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.
Setiap sistem utama akuntansi akan melaksanakan lima fungsi utamanya yaitu

  1. Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua acara dan transaksi perusahaan
  2. Memproses data menjadi isu yang berkhasiat pihak manajemen.
  3. Memanajemen data-data yang ada kedalam kelompok-kelompok yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
  4. Mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga aset dari suatu organisasi atau perusahaan terjaga.
  5. Penghasil isu yang menyediakan isu yang cukup bagi pihak administrasi untuk melaksanakan perencanaan, mengeksekusi perencanaan dan mengkontrol aktivitas.

Di Indonesia kewajiban melaksanakan pembukuan setiap perusahaan didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) Pasal 6, yang berbunyi “Tiap-tiap orang yang melakukan/ menjalankan perusahaan/menyelenggarakan pembukuan perusahaan, sehingga diketahui segala hak dan kewajibannya”.  Tujuan yang akan dicapai yaitu untuk memperoleh isu perihal transaksi keuangan dan transaksi barang semoga sanggup ditentukan dengan sempurna kebijakan perusahaan selanjutnya.

Begitu pentingnya akuntansi,  sehingga tiap organisasi haruslah memiliki fungsi akuntansi dalam struktur organisasinya. Dalam oraganisasi perusahaan, fungsi akuntansi berada dalam departemen keuangan yang dipimpin oleh seorang eksekutif keuangan, dan biasanya untuk mendukung kiprah analisis dan pengendalian, eksekutif keuangan dibantu oleh kontroler (controller)dan manajer-manajer menyerupai manajer distributor pajak (Tax manager), manajer distributor pendanaan (treasury manager), manajer sistem isu (information system manager), dan lain-lain. Pada level pelaksana, fungsi akuntansi dibagi ke dalam bidang kiprah masing-masing antara lain, akuntansi piutang (account receivable section), akuntansi utang (account payable), akuntansi kas (cashier), perpajakan (tax section), dan lai-lain.


Dalam merencanakan fungsi akuntansi pada suatu perusahaan harus terlebih dahulu mengidentifikasikan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap isu akuntansi. Kemudian perusahaan harus mengetahui isu apa yang diharapkan oleh mereka. Selanjurtnya dirancang struktur organisasi dan sistem isu akuntansi yang sanggup memenuhi kebutuhan isu pemakai tersebut. Rancangan ini dengan memperhatikan sistem pengendalian intern (internal control system) yang memadai. Sistem pengendalian intern ini penting artinya dengan tujuan:

  1. Menjamin terjaganya kekayaan perusahaan
  2. Menjaga keandalan isu akuntansi
  3. Mendorong terciptanya efisiensi
  4. Memastikan ditaatinya mekanisme di dalam perusahaan


Laporan akutansi  berkhasiat bagi pihak–pihak yang berkepentingan di dalamnya, menyerupai :

  • Investor

Penanaman modal beresiko dan penasihat mereka berkepentingan dengan risiko yang menempel serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan isu akuntansi untuk membantu memilih apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada isu akuntansi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar deviden.

  • Karyawan

Karyawan dan kelompok – kelompok yang mewakili mereka tertarik pada isu mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dengan isu yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memperlihatkan balas jasa, imbalan pascakerja, dan kesempatan kerja.

  • Pemberi Pinjaman

Pemberi pinjaman tertarik dengan isu keuangan yag memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman seta bunganya sanggup dibayar pada ketika jatuh tempo.

  • Pemasok dan Kreditor Usaha Lainnya

Pemasok dan kreditor perjuangan lainnya tertarik dengan isu akuntansi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terutang akan dibayar pada ketika jatuh tempo. Kreditor perjuangan berkepentingan pada perusahaan dalam batas waktu tenggang yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali sebagai pelanggan utama mereka bergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.

  • Pelanggan

Para pelanggan berkepentingan dengan isu mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama jika mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau bergantung pada perusahaan.

  • Pemerintah

Pemerintah dan banyak sekali forum yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan alasannya itu berkepentingan dengan acara perusahaan. Mereka juga membutuhkan isu untuk mangatur acara perusahaan, memutuskan kebijakan pajak, dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.

  • Masyarakat

Perusahaan memengaruhi anggota masyarakat dalam banyak sekali cara. Misalnya, perusahaan sanggup memperlihatkan bantuan berarti dalam perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan santunan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan sanggup membantu masyarkat dengan menyediakan isu kecenderungan (tren) dan perkembangan terakhir kemakmuran serta rangkaian aktivitasnya.



Sumber http://www.ekonomiplanner.com