Dampak Buruk Pengangguran

Pengangguran diartikan sebagai seseorang yang masuk dalam angkatan kerja (15 hingga 64 tahun) yang tidak memiliki pekerjaan dan sedang aktif mencari pekerjaan. Mengapa pengangguran merupakan problem serius yang harus diatasi?
Jawaban dari pertanyaan tersebut yaitu lantaran adanya pengangguran sanggup mengurangi tingkat kesejahteraan atau kemakmuran masyarakat suatu negara. Salah satu faktor penting yang memilih kemakmuran masyarakat yaitu tingkat pendapatannya.
Pendapatan masyarakat tersebut akan mencapai titik optimum apabila tingkat penggunaan tenaga kerja penuh sanggup diwujudkan. Sehingga adanya pengangguran sanggup mengurangi pendapatan masyarakat dan pada karenanya mengurangi kemakmuram masyarakat.
Jika ditinjau dari sudut pandang individu, pengangguran menimbulkan aneka macam problem ekonomi dan sosial yang diderita oleh orang yang bersangkutan (penganggur itu sendiri). Ketiadaan pendapatan menimbulkan para pengenggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya. 

 Selain itu, pengangguran juga sanggup mengakibatkan pengaruh jelek pada taraf kesehatan keluarga. Pengangguran yang berkepanjangan sanggup mengakibatkan pengaruh psikologis yang jelek bagi diri penganggur dan juga tentu bagi keluarganya.

Pengangguran diartikan sebagai seseorang yang masuk dalam angkatan kerja  Dampak Buruk Pengangguran
Ilustrasi Pengangguran – sumber gambar: praverb.net

Tingkat pengangguran yang tinggi di suatu negara sanggup menjadi faktor pemacu kekacauan sosial dan politik. Tindak kriminalitas menyerupai perampokan, pencurian, copet dan sebagainya merupakan beberapa pola kejahatan yang sangat mungkin disebabkan oleh pengangguran. Kekacauan ini sanggup membawa dampak jelek pada kesejahteraan masyarakat dan juga pada prospek pembangunan ekonomi.

Berdasarkan beberapa pola di atas, nyatalah bahwa pengangguran yaitu problem yang memiliki pengaruh jelek pada kondisi perekonomian dan masyarakat suatu negara. Oleh lantaran itu, maka upaya-upaya untuk mengatasi problem pengangguran harus senantiasa dilakukan.
Sumber Referensi:
Sadono Sukirno. 2006. Makroekonomi: Teori Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.


Sumber http://www.pendidikanekonomi.com/