CARA PENGHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN (Pph)TERBARU


Cara Penghitungan Pajak Penghasilan Terbaru 2016 – Pengertian PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak).

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) yakni penghasilan yang menjadi batasan tidak kena pajak bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, dengan kata lain apabila penghasilan neto Wajib Pajak Orang Pribadi jumlahnya dibawah PTKP tidak akan terkena Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25/29 dan apabila berstatus sebagai pegawai atau peserta penghasilan sebagai objek PPh Pasal 21, maka penghasilan tersebut tidak akan dilakukan pemotongan PPh Pasal 21.

Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh)

Pajak penghasilan pertama kali diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 dan beberapa kali mengalami amandemen dan perubahan sebagai berikut:

  • Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1991
  • Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1994
  • Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000
  • Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008


Tarif Pajak Penghasilan PPh 21 Tahun 2016
Sesuai dengan Pasal 17 ayat 1, Undang-Undang No. 36 tahun 2008, tarif pajak penghasilan langsung perhitungannya dengan memakai tarif progresif sebagai berikut:

Penghasilan Netto Kena Pajak (PKP)
Tarif Pajak
Sampai dengan 50 juta
5%
50 juta hingga dengan 250 juta
15%
250 juta hingga dengan 500 juta
25%
Diatas 500 juta
30%

Kenaikan PTKP 2016 ini ditanggapi positip dari banyak sekali kalangan masyarakat terutama karyawan atau buruh yang ketika ini masih memperoleh penghasilan lebih kurang senilai Upah Minimum Regional (UMR).

Perhitungan Perubahan PTKP 2016 Terbaru :

PTKP 2016 bagi Wajib Pajak (WP) Tidak Kawin dan mempunyai tanggungan

Uraian
Status
PTKP
Wajib Pajak 
TK0
54.000.000,-
+ Tanggungan 1
TK1
58.500.000,-
+ Tanggungan 2
TK2
63.000.000,-
+ Tanggungan 3
TK3
67.500.000,-

PTKP 2016 bagi Wajib (WP) Pajak Kawin dan mempunyai anak / tanggungan

Uraian
Status
PTKP
+ WP Kawin
K0
58.500.000,-
+ Kawin Anak 1
K1
63.000.000,-
+ Kawin Anak 2
K2
67.500.000,-
+ Kawin Anak 3
K3
72.000.000,-

PTKP 2016 bagi Wajib Pajak (WP) Kawin, penghasilan istri digabung dengan suami

Uraian
Status
PTKP
+ WP Kawin
K/I/0
112.500.000,-
+ Kawin Anak 1
K/I/1
117.000.000,-
+ Kawin Anak 2
K/I/2
121.500.000,-
+ Kawin Anak 3
K/I/3
126.000.000,-

 KETERANGAN

  • Tunjangan PTKP untuk anak maupun tanggungan maksimal 3 orang
  • TK : Tidak Kawin
  • K : Kawin
  • K/I : Kawin dan penghasilan pasangan digabung 

Berikut ini yakni langkah-langkah untuk menghitung pajak penghasilan PPh 21:

  • Hitunglah penghasilan bruto Anda per bulan, ibarat honor pokok ditambah dengan tunjangan-tunjangan lainnya.
  • Hitunglah besar Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), sesuai dengan status Anda (lihat table PTKP 2016).
  • Hitunglah pengurang lainnya ibarat : Tunjangan Biaya Jabatan 5%, Iuran Pensiun 5% dari penghasilan bruto, catatan: Tunjangan Biaya Jabatan Maksimal Rp. 6 juta per tahun, dan Tunjangan Iuran Pensiun maksimal 2,4 juta per tahun.
  • Hitung Penghasilan netto Anda : Penghasilan Bruto – PTKP – Iuran Jabatan & Pensiun.
  • Kalikan Penghasilan Netto dengan tarif Pajak Penghasilan yang berlaku.


Contoh Menghitung Pajak penghasilan Pph 21 Tahun 2016

Budi bekerja di sebuah perusahaan swasta dengan honor Rp. 6.000.000,- per bulan, status kawin dengan 3 orang anak, dengan data penghasilan sebagai berikut:

Gaji Pokok Rp. 6.000.000,-

Tunjangan Transportasi, Uang Makan dan lain-lain : Rp. 2.000.000,-

Total Penghasilan Bruto : Rp. 7.000.000,-

Dari data di atas perhitungan pajak penghasilan Pph 21 atas penghasilan dalam setahun yakni sebagai berikut:
(dalam Rupiah)

Gaji Pokok
Tunjangan
Penghasilan-Bruto
Pengurangan (-)
PTKP
Biaya Jabatan
Iuran Pensiun
Total
Penghasilan Kena Pajak-Netto
Pajak Pph (5%) Per Tahun
Pajak Pph (5%) Per Bulan
72.000.000,-
24.000.000,-
96.000.000,-
72.000.000,-
4.200.000,-
2.400.000,-
78.600.000,-
17.400.000,-
870.000,-
72.500,-

Catatan :

  • Perhitungan diatas dengan perkiraan pegawai Budi mempunyai nomor pokok wajib pajak (NPWP), namun apabila tidak mempunyai NPWP maka wajib pajak tersebut dikenakan biaya aksesori 20% dari perhitungan normal.
  • Apabila Karyawan Budi perkiraan perhitungan Penghasilan Kena Pajak (Netto) di atas nilainya di atas Rp. 50 juta, maka tarif pajak diadaptasi dengan tabel pajak progresif di atas sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Demikianlah gosip perihal Tarif Pajak PPh 2016 dan Contoh Cara Penghitungan, supaya bermanfaat…Informasi selengkapnya perihal perpajakan silahkan kunjungi situs http://www.pajak.go.id


Sumber http://www.ekonomi-holic.com/