Berbagi Foto Graduation 'Bersama' Ibu & Ayah Di Kubur, Kisah Gadis Cekal Ini Sesuai Contoh

Posted on

Kehidupan seorang gadis tentang kisahnya yang berkelok-kelok karena kehilangan orang tua sejak kecil dan ditinggalkan di panti asuhan netizen.

Menurutnya, yang dikenal dengan nama El, ibunya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan keluarga mereka, 17 tahun yang lalu. Sementara ayahnya mengikuti jejak ibunya pada tahun 2006.

Kami dilanggar, mama digilis, kereta api, truk

[1945907] [1945909]

Kami mengalami kecelakaan pada malam hari. Akulah satu-satunya saksi yang bisa melihat bagaimana keadaannya. Kami dilanggar, mama dilepaskan. Mama dipukul dua kali, mobil pertama, kedua, truk.

El juga menceritakan kejadian disengaja yang merenggut nyawa manusia kesayangannya yang harus dihadapinya pada usia 4 tahun. Hanya dia yang menjadi saksi kasus ini tapi polisi tidak dapat menerima kesaksiannya karena dia merasa berhalusinasi.

Ketika usianya 10 tahun, ayahnya jatuh ke kamar mandi, sakit dan menarik napas terakhirnya meninggalkan dirinya sendiri saat satu anak terpukul.

Bibi mengirim sebuah panti asuhan, ambil sebuah janji, tapi …

[1945907] [1945909]

Bibi saya dikirim ke panti asuhan di Ampangan, Seremban. Paman saya berjanji untuk membawa saya ketika saya mencapai 12 tahun. Aku menunggu tapi aku pelayan. Saya menunggu dan mulai normal jangan pulang.

Pernah disebut orang gila

[1945907] [1945909]

El juga disebut gila karena setelah kepergian ayah seminggu, dia masih menunggu ayahnya untuk mengambil sekolah. Bahkan setelah mengambil keputusan UPSR, dia menekan nomor ayahnya dan membuat temannya tertawa saat itu.

Bahkan para dokter juga menegaskan bahwa dia berhalusinasi tentang kemalangan keluarganya karena usianya terlalu kecil.

[1945907] [1945909]

Menambahkan netizen yang menyedihkan, El mengatakan bahwa dia tidak pernah lupa untuk merayakan hari-hari istimewa seperti ulang tahun, hari ibu, hari ayah dan kenangan kelulusan 'bersama' kedua orang tuanya.

[1945907]

Add El lagi, semua biaya untuk studinya di Universiti Teknologi Mara (UiTM) menggunakan tabungannya sendiri saat 7 tahun tinggal di rumah anak yatim. Tapi tabungannya hanya bertahan sampai dia berada di semester 3.

Untuk semester berikutnya, dia hanya mengandalkan pinjaman National Higher Education Fund Corporation (PTPTN) yang berjumlah RM1000 untuk setiap semester. Pada bulan ketiga, dia harus mengikat perutnya sampai dia hanya makan mie satu minggu.

Tapi dia juga terkadang membeli teman, sepupu, paman dan dosen yang melihat dia tidak berdaya. Hidupnya tergantung pada biskuit dan mie instan jika kelaparan.

Sumber= http://sehinggit.blogspot.com/2017/10/kongsi-foto-graduasi-bersama-ibu-ayah.html